Ragamku
5 Tanda, Karakter Anda Berkompeten sebagai Pengusaha
Bosan menjadi pegawai dan ingin mengikuti jejak pengusaha sukses lainnya adalah hal yang wajar. Ide usaha sudah menari-nari di kepala Anda, jumlah tab
SRIPOKU.COM - Bosan menjadi pegawai dan ingin mengikuti jejak pengusaha sukses lainnya adalah hal yang wajar. Ide usaha sudah menari-nari di kepala Anda, jumlah tabungan sebagai modal awal juga sudah mencukupi. Namun, keyakinan hati masih belum 100 persen.
Berita Lainnya: Mengapa Tulisan Tangan Terus Berubah?
Tidak jarang Anda sendiri masih meragukan keinginan Anda sendiri. Benarkah saya cocok menjadi seorang pengusaha? Berhasilkah kelak jika saya menjadi seorang pengusaha? Kira-kira akan lebih sukses mana antara saya menjadi pegawai atau menjadi seorang pengusaha?
Jika semua perencanaan untuk membuat sebuah usaha sudah Anda siapkan secara matang dan hanya tinggal menunggu jawaban, apakah Anda memiliki kompetensi untuk menjadi seorang pengusaha? Maka, langkah yang bisa Anda tempuh untuk meningkatkan keyakinan hati Anda adalah dengan melihat apakah tulisan tangan Anda sendiri memiliki lima tanda sebagai berikut:

1. Kombinasi margin kiri lebar dan margin kanan sempit.
2. Arah tulisan pada garis dasar ke arah atas.
3. Arah kemiringan tulisan tangan konsisten ke kanan.
4. Panjang tangkai bawah huruf y dan g lebih besar dari tinggi huruf vokal a, e, i, o, u dan secara keseluruhan ukuran huruf besar (> 3mm).
5. Bentuk huruf m dan n tajam.
Lima kombinasi indikator pada tulisan tangan di atas mencerminkan sosok individu yang kompetitif, termotivasi oleh peluang, percaya pada kemampuan dirinya sendiri, memiliki inisiatif yang tinggi, dan mampu membuat keputusan dengan baik sekalipun dalam kondisi terdesak.
Beberapa unsur karakter tersebut akan membentu sosok pengusaha yang ulet, kreatif, dan tahan banting.
Bagaimana jika Anda hanya memiliki sebagian tanda atau bahkan tidak memiliki satu tanda pun seperti yang tercantum di atas? Anda tetap bisa menjadi pengusaha hanya perlu melewati beberapa proses penyesuaian diri karena iklim kerja dalam dunia profesional tentu berbeda dengan dunia pengusaha. (Deborah Dewi)