Breaking News:

Melakukan Aborsi, Risiko yang Bisa Terjadi pada Anda

Tidak ada prosedur klinis yang 100 persen bebas risiko. Begitu juga dengan aborsi. Aborsi dapat menimbulkan beberapa risiko, terutama jika dilakukan p

Editor: Bedjo
Melakukan Aborsi, Risiko yang Bisa Terjadi pada Anda
ISTIMEWA
Ilustrasi

Risiko-risiko di atas bisa meningkat jika prosedur aborsi dilakukan tidak sesuai ketentuan medis. Hal ini banyak dikhawatirkan terjadi di klinik-klinik aborsi ilegal.

Aborsi berulang dapat menyebabkan kerusakan leher rahim dan risiko keguguran.

Setelah aborsi, mungkin Anda akan mengalami nyeri mirip nyeri menstruasi selama beberapa waktu dan pendarahan dari vagina yang volumenya meningkat setelah beberapa hari. Banyak wanita yang dapat langsung beraktivitas sehari setelah aborsi.

Anda dianjurkan mencari pertolongan medis jika pada pasca aborsi mengalami:
- Nyeri hebat
- Pendarahan hebat
- Pendarahan tidak berhenti setelah 14 hari.

Di negara kita, aborsi hanya diizinkan jika ada alasan medis yang kuat. Berkonsultasilah kepada dokter atau institusi kesehatan yang terpercaya sebelum memutuskan untuk aborsi atau jika Anda mengalami gangguan fisik dan/atau emosi setelah melakukan aborsi.

Penulis : Lily Turangan
Sumber : http://www.nhs.uk/

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved