Sucipto 21 Hari Hanya Minum Air Hujan

Warga Muntilan, Magelang, Jawa Tengah ini, ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan.

Sucipto 21 Hari Hanya Minum Air Hujan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEFTIAWAN
Tampak petugas dari dinas Sosial saat mengevakuasi Sucipto (62) lansia terlantar. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pagaralam mengevakuasi Abu Sucipto (62), lansia yang terlantar tanpa sanak saudara di Kota Pagaralam.

Warga Muntilan, Magelang, Jawa Tengah ini, ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan selama 21 hari dirinya tidak makan, hanya mengandalkan air hujan untuk dapat bertahan hidup dirimbunnya Bukit Talang Palak Gajah, Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam.

Informasi berhasil dihimpun Sripoku.com, penemuan lansia telantar tersebut berawal dari laporan warga Dusun Bumi Agung, Kelurahan Bumi Agung, Kecamatan Dempo Utara yang tengah melakukan touring mengendarai sepeda motor.

"Saat melintas di kawasan daerah Talang Palak Gajah, seorang lelaki paruh baya berjalan tertatih-tatih, dengan kondisi telapak kaki penuh darah, sehingga tidak kuat untuk melakukan perjalanan jauh," ujar Ari warga yang pertama kali melihat Sucipto.

Melihat hal tersebut Ari, menyelamatkan Abu Sucipto ke salah satu pondok warga di Talang Palak Gajah, kemudian langsung menghubungi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pagaralam.

Mendapati laporan dari warga, petugas Dinsosnaker Kota Pagaralam dibantu Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di 5 kecamatan se-Kota Pagaralam bergerak cepat melakukan evakuasi Lansia yang terlantar, meski harus menempuh jarak lebih kurang 7 kilometer dari Kantor Lurah Burung Dinang.

Ketika dievakuasi, kaki pria ini masih melekat kain kasa putih dibalut obat luka. Dengan digotong petugas TKSK, Lansia ini langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah Kota Pagaralam untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

"Ketika ditemukan, Abu Sucipto sudah tidak bisa lagi berjalan, hanya sesekali mencoba merangkak dengan telapak kaki, yang sudah berlumur darah, diduga terkena ranting pohon kopi," kata Ari.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved