Kodam II Sriwijaya Buka Pendaftaran Catam, Gaji Rp 4,2 Juta

Pendaftaran calon prajurit Tamtama PK TNI AD Gelombang I dibuka mulai hari ini, tanggal 22 Februari hingga 5 Maret 2016 mendatang.

Kodam II Sriwijaya Buka Pendaftaran Catam, Gaji Rp 4,2 Juta
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ilustrasi: Tim Gultor Yonif 200 Raider yang siap diberangkatkan ke Poso untuk memburu gerombolan Santoso mengikuti apel di Makodam II/Sriwijaya, Kamis (7/1/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kodam II/Swj mengajak para Pemuda di wilayah Sumatera Bagian Selatan untuk bergabung menjadi prajurit TNI AD.

Gaji lulusan Tamtama TNI AD yang baru lulus pangkat Prada dengan masa dinas 0 tahun 0 bulan saat ini mencapai sebesar Rp 249.600.

Pendaftaran calon prajurit Tamtama PK TNI AD Gelombang I dibuka mulai hari ini, tanggal 22 Februari hingga 5 Maret 2016 mendatang.

Pendaftaran dalam wilayah Sumsel, dilaksanakan di Ajendam II/Sriwijaya, Jl Urip Sumoharjo Sekojo Palembang.

Wakapendam II/Swj Letkol Inf Paiman

SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Wakapendam II/Swj Letkol Inf Paiman

Sedangkan bagi pemuda yang berdomisili di luar Sumsel dapat mendaftarkan diri di Ajenrem 041/Gamas, Jl. Padang Harapan Bengkulu; Ajenrem 042/Gapu, JL. AK.Gani 3 Jambi; dan Ajenrem 043/Gatam, JL.Teuku Umar Bandar Lampung.

Wakapendam II/Swj Letkol Inf Paiman mengatakan, persyaratan umum yang harus dipenuhi untuk menjadi calon prajurit Tamtama, antara lain adalah WNI, Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD RI Tahun 1945, usia pada saat masuk pendidikan tidak kurang dari 18 tahun dan tidak lebih dari 22 tahun, serendah-rendahnya berijazah SMP/Tsanawiyah atau yang setara, tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit TNI berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, berkelakuan baik yang dinyatakan dengan surat keterangan dari Polres setempat.

Dijelaskannya, pendaftaran dan penerimaan calon Tamtama TNI AD, dilakukan secara transparan, obyektif dan bebas dari KKN. Dalam pendaftaran dan selama pendidikan, semua biaya ditanggung oleh Negara, calon prajurit sama sekali tidak dipungut biaya. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon prajurit adalah bersedia mentaati peraturan bebas KKN, baik langsung maupun tidak langsung.

“Apabila terbukti secara hukum melanggar aturan tersebut dan diketemukan dikemudian hari saat mengikuti pendidikan pertama, maka yang bersangkutan harus bersedia dinyatakan tidak lulus, dan atau dikeluarkan dari pendidikan," tegas Paiman, Senin (22/2/2016).

Selain itu, calon prajurit juga belum pernah nikah dan sanggup tidak nikah selama mengikuti pendidikan pertama serta 2 tahun setelah diangkat menjadi prajurit, berbadan sehat (jasmani dan rohani), bebas narkoba, tidak berkaca mata, tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali karena ketentuan agama/adat, tinggi badan, tidak kurang dari 163 cm dan berat badan seimbang serta surat persetujuan/izin orangtua/wali.

Calon prajurit harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi: Administrasi; Kesehatan, Jasmani, Wawancara dan psikologi. Calon prajurit juga harus bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) sekurang-kurangnya 10 tahun; dan Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, melampirkan surat keterangan dari Babinsa setempat dengan diketahui Lurah/Kades asal tempat tinggal. Formulir surat keterangan dari Babinsa bisa diambil di tempat pendaftaran.

Hal-hal lain yang belum jelas dapat ditanyakan langsung ke tempat pendaftaran atau kunjungi : www.tniad.mil.id atau www.kodam-ii-sriwijaya.mil.id.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved