'Tuhan Itu Sebenarnya Jauh Atau Dekat?'

Jika Tuhan itu jauh, aku akan memanggilnya dengan suara keras-keras. Tetapi bila Tuhan itu dekat, aku akan memanggilnya dengan suara cukup pelan-pelan

Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SEORANG Badui dari dusun menghadap Rasulullah SAW.

“Muhammad, Tuhan itu sebenarnya jauh atau dekat?” Tanya Badui itu dengan polosnya.

“Maksudmu bagaimana?” Rasulullah SAW balik bertanya.

“Jika Tuhan itu jauh, aku akan memanggilnya dengan suara keras-keras. Tetapi bila Tuhan itu dekat, aku akan memanggilnya dengan suara cukup pelan-pelan saja,” jawab Badui itu.

Rasulullah SAW sejenak terdiam. Sulit rasanya memberi jawaban yang sesuai dengan alam pikiran Badui dari dusun yang polos dan sederhana itu.

Jika dijawab Tuhan dekat, pasti Badui itu akan bertanya, mengapa Tuhan tidak kelihatan? Sebaliknya jika dijawab Tuhan itu jauh, dia atau mereka akan berbuat seenaknya, karena mengira Tuhan tidak akan melihatnya.

Di saat Rasulullah SAW kebingungan mencari jawaban, tiba-tiba turunlah wahyu Allah SW, sebagaimana tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 186, yang artinya kurang lebih begini …

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan orang yang memohon dan berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada di jalan kebenaran.”

(Sumber : kisah-kisah Teladan oleh MB Rahimsyah AR)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved