2016, REI Sumsel Optimis 67 Persen Target Rumah Terealisasi
Untuk target tahun 2016 ini, REI masih menetapkan standar yang sama yakni 12 ribu rumah, dimana hasil realisasi yang dibangun.
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- "Tahun ini kita tidak muluk-muluk dalam target, sama dengan tahun lalu saja sebanyak 12 ribu unit atau sekitar 67 persen," ujar Hariadi Benggawan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumsel disela-sela acara syukuran Ulang tahun REI Sumsel ke 44, Senin (15/2/2016).
Lanjut Hariyadi, untuk target tahun 2016 ini, REI masih menetapkan standar yang sama yakni 12 ribu rumah, dimana hasil realisasi yang dibangun dan terjual sekitar 8 ribu unit yang tersebar di Sumsel. Rinciannya, sekitar 7.000 rumah khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan sisanya rumah komersil.
Meskipun pemerintah pusat sudah memasang target 1 juta unit rumah dibangun, dikatakan Hariyadi, pihaknya telah berupaya untuk melaksanakannya. Namun, beberapa kendala masih ada saja, baik dalam hal perizinan yang masih panjang maupun suku bunga yang diberikan ke masyarakat.
"Sekarang Presiden berencana memangkas peraturan keringan, retribusi dan semua, tapi yang baru teralisasi hanya suku bunga KPR 5 persen, dan masyarakat sudah terinformasi akan adanya bantuan rumah MBR Rp 4 juta itu menarik, dan kita berharap bunga 7 persen dapat terwujud," katanya.
Selain itu, pria berkacamata ini juga menambahkan, ia optimis dapat mencapai target yang diinginkan, mengingat di tahun 2016 ini perekonomian akan mulai bangkit.
Hal tersebut didukung pula dari penyataan yang disampaikan Wapres Jusuf Kalla, yangh memberikan tanda suku bunga untuk pengembang dan masyarakat akan turun, tentunya hal ini akan memberikan dampak pada daya beli konsumen atau masyatakat.
"Pemerintah mengusulkan sekitar 7 sampai 7,25 persen, jelas dengan begitu akan mendongkrak penjualan. Karena ini sudah diusulkan pada tahun lalu, jika terealisasi maka akan kenaikan bisa sekitar 20 persen dari tahun lalu,"ungkapnya
Selain itu, dari target 12 ribu yang ditetapkan, nantinya perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah tetap dipastikan dominan, dari 12 ribu unit nanti saya kira tetap didominasi 80 persen MBR, sisannya komersil
Lebih lanjut, Wakil Ketua DPP REI Oka Moerod menambahkan, kendala di lapangan selama ini penyediaan lahan dan kemudahan lainnya untuk menyediakan perumahan MBR oleh Pemda terkait, terkadang sulit terealisasi karena belum adanya aturan yang jelas.
"Selama ini surat rekomendasi permudah izin kepada kepala daerah masih belum diimplementasikan. Sehingga perlu Inpres dan sosialisasi untuk merealisasikannya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang (Kacab) BTN Palembang M Ardian Syahbandi A mengungkapkan, pihaknya menargetkan peningkatan akad kredit melalui BTN pada 2016 bisa meningkat 30 persen dibanding tahun 2015 lalu.
"Pada 2015 realiasi pemberian kredit melampaui target, atau tercapai sekitar 115 persen. Nah, pada target 2016 kita yakin bisa tumbuh 30 persen lagi dari 2015, mengingat pertumbuhan ekonomi mulai membaik," tutur Ardian yang enggan untuk menyebutkan nominalnya.
Dilanjutkan Ardian, dari target selama ini merata disumbangkan dari organisasi REI, Apersi atau lainnya, dan KPR yang mendominasi adalah perumahan MBR yang berkisaran 80 persen dari keseluruhan.
"Mengenai lokasinya, Kota Palembang masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 70 persen. Sisanya akad kredit di Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Lahat, Muaraenim, Baturaja dan daerah lainnya di Sumsel," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/hut-dpd-rei-sumsel_20160216_070054.jpg)