Sudah 15 Penderita DBD Meninggal Dunia
Warga Sumsel penderita demam berdarah dengue (DBD) yang meninggal meningkat menjadi 15 orang hingga Minggu (14/2/2016).
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Warga Sumsel penderita demam berdarah dengue (DBD) yang meninggal meningkat menjadi 15 orang hingga Minggu (14/2/2016).
Sebelumnya dari catatan hingga akhir Januari 2016 lalu ada 11 orang penderita yang tidak dapat terselamatkan.
Secara keseluruhan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel mencatat penderita demam berdarah dengue (DBD) di 17 kabupaten/kota sebanyak 1.181 orang.
Menurut Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nuraini melalui Kabid Bina Pengendalian Masalah Kesehatan dr Matdani Nurcik, empat penderita yang meninggal bertambah satu dari Kota Palembang dan tiga dari Kabupaten Musibanyuasin.
"Berdasarkan data bulan Februari dari tanggal 1 hingga sekarang, tercatat ada penambahan 61 penderita DBD. Namun jumlah tersebut belum dari seluruh kabupaten/kota karena belum semua melaporkan," kata Kadinkes, Senin (15/2/2016).
Ada 20 penderita di Musibanyuasin, 10 orang di Banyuasin, 2 di Muaraenim, 25 orang di OKU Timur, 3 orang di Ogan Ilir, dan 1 orang di Pagaralam.
Sementara kabupaten yang belum melapor sejak awal bulan lalu adalah OKU, OKI, Lahat, Musirawas, OKU Selatan, Empatlawang, Palembang, Prabumulih, Lubuklinggau, PALI, dan Muratara.
Jumlah penderita DBD Februari 2016 terhitung masih lebih sedikit daripada lima tahun sebelumnya pada bulan yang sama. Tercatat kasus DBD terbesar pada Februari 2012 yakni 572 penderita.
Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan telah mengirimkan surat edaran Gubernur Sumsel langsung ke kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan adanya peningkatan kasus DBD sejak Oktober tahun lalu.
Kesiapsiagaan kabupaten/kota dalam menanggulangi DBD yakni dengan menyiapkan fasilitas kesehatan, rumah sakit dan juga partisipasi seluruh masyarakat dalam memberantas jentik nyamuk yang berkembang biak di genangan air bersih seperti yang tidak sengaja tertampung di botol atau kaleng bekas, vas bunga, gelas, daun-daun dan lainnya.
"Pemberantasan sarang nyamuk melalui 3S+ membersihkan kemungkinan hidupnya jentik nyamuk serta pengaktifan Juru Pantau Jentik (Jumantik) dari tingkat puskesmas. Selain itu, plus (+) meningkatkan kewaspadaan dari masyarakat untuk lebih cerdas dalam menghindari gigitan nyamuk, karena vector-nya adalah nyamuk. Baik dengan menggunakan kelambu, obat nyamuk, dan ikan tempalo," kata Kadinkes.
Dinkes pun telah menyebar logistik ke seluruh kabupaten/kota yakni 4.009 Kg Larvasida, 272 kotak Rapid Test Diagnostic (RDT) DBD, dan 7.250 liter insektisida yang dibagikan ke 17 Kabupaten/Kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kadinkes-sumsel_20160215_194926.jpg)