'Dulunya di Sini Cukup Rawan Kejahatan'

Selain menjual buah hasil perkebunan dari warga asli di Empatlawang, seperti buah duku, durian dan rambutan.

Penulis: Awijaya | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Penjual buah musiman di nyawangan (hutan batas desa) antara Desa Kemangmanis dengan Sekip Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Empatlang, Senin(15/2/2016). 

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG - Musim duku di Kabupaten Empatlawang memberikan angin segar bagi pedagang musiman di nyawangan (hutan batas desa) antara Desa Kemangmanis dengan Sekip Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang.

Selain menjual buah hasil perkebunan dari warga asli di Empatlawang, seperti buah duku, durian dan rambutan.

Pedagang buah di wilayah ini mengaku dengan adanya mereka berjualan di kawasan ini bisa membantu warga yang melintasi kawasan hutan penghubung Desa Kemangmanis dengan Sekip Kecamatan Tebingtinggi mengurangi tindak kriminal, karena lokasi ini biasanya rawan, selain sering digunakan jadi kawasan balapan liar remaja juga rawan aksi begal.

"Setiap musim buah kami berjualan di sini, dulunya di sini cukup rawan, dengan banyaknya lapak dagangan di sini aksi kejahatan dilokasi ini juga berangsur berkurang," ungkap Prengki (30) pedagang buah musiman di lokasi kepada Sripoku.com, Senin (15/2/2016).

Ditambahkannya, sebelumnya kawasan ini sempat direncanakan untuk lokasi para pedagang buah asli dari Empatlawang.

Selain di lokasi ini banyak terdapat kebun warga seperti pohon durian, pohon duku banyak di wilayah ini, juga lokasi ini dekat dengan kota Tebingtinggi.

"Kami menjual buah asli dari Empatlawang, tidak hanya musim buah duku saja , saat musim durian pun berjualan di lokasi ini, buah yang dijual asli dari Tebingtinggi," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved