Warga Bayur Temukan Air Terjun Sakiri.

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan mempunyai destinasi wisata air terjun baru di desa Bayur Tengah, Kecamatan Muaradua Kisam.

Tayang:
Penulis: Setia Budi | Editor: Tarso
setia budi

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan mempunyai destinasi wisata air terjun baru di desa Bayur Tengah, Kecamatan Muaradua Kisam.

Sejak ditemukannya air terjun tersebut pada akhir tahun 2015 lalu oleh warga setempat. Warga kini, mulai berduyun - duyun kesana untuk menyaksikan keindahan panorama yang masih sangat alami tersebut.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Sripoku.com, air terjun tersebut berada di desa Bayur Tengah Kecamatan Muaradua Kisam, tepatnya di kawasan bukit belubang atau 2,5 kilometer dari desa setempat.

Tempatnya yang masih sangat asri dengan suhu 15-25 C. Jika hendak ke lokasi air terjun yang tingginya mencapai 35 meter tersebut, pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua selama 20 menit hingga tiba di tempat penitipan dengan melintasi perkebunan kopi milik warga setempat.

Dan, selanjutnya menempuh waktu 30 menit dengan berjalan kaki menyelusuri tepian sungai Saka dan melintasi bebatuan.

Sedangkan untuk menuju kesana, jika dari kota Muaradua dengan berjarak ± 70 km atau 3 jam perjalanan.

Menurut penuturan Epri (26) warga setempat, mengatakan dinamakan air terjun Sakiri tersebut dikarenakan letaknya berada di aliran Sungai Saka Kiri. Sehingga, warga setempat lebih sering menyebutnya 'Air Terjun Sakiri'.

"Air terjun Sakiri ini memang mulai menjadi perbincangan warga terutama kaum muda-mudi di kecamatan setempat sejak beberapa bulan terakir. Meskipun sudah ditemukan setahun lalu," ujarnya saat dibicangi, Minggu (14/2/2016).

Ditambahkan pemuda yang gemar menjelah alam ini, jika akhir pekan pengunjung mulai ramai untuk berkunjung ke air terjun tersebut."Iya saat ini terus ramai. Apalagi hari Sabtu dan Minggu dari kecamatan lain sengaja datang untuk melihat keindahanya," katanya.

Lebih lanjut, ia meminta perhatian dari pemerintah daerah dengan adanya penemuan air terjun tersebut untuk dibangun sarana penunjang untuk para wisatawan.

"Yang terpenting saat ini akses jalan menuju lokasi. Sayang curup yang bagus seperti ini kalau tidak di kelolah dengan serius," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bayur Tengah, Supriyadi, membenarkan jika air terjun tersebut saat ini merupakan tempat wisata di kecamatan setempat yang mulai ramai dikunjungi.

"Iya sejak beberapa bulan terakhir keberada air terjun ini mulai banyak dikenal masyarakat. Bahkan kalau akhir pekan, puluhan bahkan ratusan warga yang datang. Baik dari warga desa disekitar air terjun maupun pengunjung dari kecamatan lainnya,"katanya.

Memang dikatakan Kades, saat ini warga setempat terus bergotong - royong membuka akses jalan menuju lokasi. Karena, jalan untuk menuju lokasi masih terbilang terjal dan sulit untuk dilitasi.

"Kita terus ajak warga gotong royong untuk memperbaiki jalannya agar para pengunjung mudah untuk mencapai lokasi air terjun. Dan harapannya air terjun terus ramai dikunjungi dan dapat dikenal oleh masyarakat luas,"katanya.(Setia Budi)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved