Preman Pilih Tiarap Ketimbang Ditangkap
Tim gabungan patroli jarak jauh ini telah ditugaskan Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo untuk membersihkan preman yang meresahkan masyarakat.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tim Gabungan Patroli Jarak Jauh yang dibentuk Kapolda Sumsel membuat para preman tiarap. Untuk saat ini, mereka tidak berani melakukan pemalakan karena takut tertangkap saat beraksi.
"Saat ini, kami terus melakukan patroli. Tetapi preman ini sepertinya tiarap dan tidak berani keluar. Makanya kami kembali mengatur strategi agar mereka dapat tertangkap tangan," ujar seorang anggota yang ikut dalam tim, Jumat (5/2/2016).
Dari Patroli Jarak Jauh yang dilaksanakan tim gabungan ini, baru mengamankan Heriansyah di Jalan Lingkar Kelurahan Sukaraja ketika melakukan pemalakan terhadap truk batubara ketika melintas. Warga Sukaraja RT I RW 02 Kecamatan Prabumulih Selatan ini tertangkap tangan oleh tim gabungan, Kamis (4/2) sekitar pukul 15.30.
Sedangkan pelaku pemalak lain dengan inisial DA, yang merupakan warga Desa Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan berhasil melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Revo. Tersangka Heriansyah langsung diamankan dan dibawa ke Polres Prabumulih beserta uang hasil palakan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova menuturkan, tim gabungan yang melakukan patroli jarak jauh atas perintah Kapolda Sumsel melakukan patroli di titik-titik rawan yang sering dijadikan pungli oleh sekelompok preman di daerah baik di Jalan Tanjung Menang, Pos Tanjung Taman, Tugu Nanas, Jalan Lingkar Barat Prabumulih.
"Anggota di lapangan terus melakukan patroli untuk membersihkan para preman yang sering melakukan pemalakan terhadap sopir. Tindakan kepolisian akan dilakukan bila tertangkap tangan," jelas Djarod.
Tim gabungan patroli jarak jauh ini telah ditugaskan Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo untuk membersihkan preman yang meresahkan masyarakat. Tak hanya itu, tim ini juga diperintahkan untuk membersihkan pelaku kejahatan jalanan baik itu curat, curas, senjata api rakitan maupun senjata tajam.
"Kami juga membutuhkan peran serta masyarakat dalam memberikan informasi, agar anggota dilapangan dapat melaksanakan tugas dan penindakan dengan cepat dan tepat," pungkasnya. (ard/TS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-preman_20160206_094825.jpg)