Wangi Lebih Alami Meski Layu
Menerima sekuntum atau bahkan dalam bentuk buket terasa lebih bermakna ketimbang benda lain
Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bunga menjadi benda yang amat disukai oleh perempuan, tak ketinggalan mereka yang ada di kota Palembang.
Menerima bunga sebagai hadiah dari orang terkasih bisa meluluhkan hati seorang perempuan, terlebih jika diberikan dalam suatu momen spesial.

SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Buket bunga yang terdiri dari bunga peacock, bunga mawar merah, bunga mawar salem, dan daun ruscus.
Menerima sekuntum atau bahkan dalam bentuk buket terasa lebih bermakna ketimbang benda lain.
Menurut beberapa perempuan di Palembang, menerima bunga segar dinilai lebih mengasyikan dan penuh makna ketimbang bunga buatan.
Meski bunga segar tidak bisa disimpan dalam waktu lama, aroma harum alami dari bunga tersebut sudah mampu menenangkan hati dan pikiran mereka yang menerimanya.
Menurut salah satu perempuan di Palembang, Lia, bunga segar lebih penuh makna ketimbang dirinya diberikan bunga buatan.
Ia menilai, bunga segar menunjukan si pemberi bahwasanya tulus memberikan bunga tersebut kepada dirinya.
Aroma yang tercium dari fisik si bunga tersebut membuat Lia tak bosan meletakanya di dekat hidung dalam waktu yang lama.
"Bunga buatan sebenarnya ada uga yang memiliki aroma khas bunga, namun bukan aroma yang alami. Saya pribadi lebih senang mengendus aroma alami bunga meski aromanya terkadang tidak terlalu mencolok," kata Lia, Kamis (4/2/2016).
Lia mengaku, dirinya sudah beberapa kali mendapat pemberian bunga segar.
Selain di hari ulang tahun, dirinya terkadang menerima bunga segar di Hari Kasih Sayang. Adapun yang memberikan bunga bisa dari teman terdekat atau pacar.
Khusus untuk pacar, Lia biasanya akan menyimpan bunga tersebut meski bunga itu sendiri sudah layu. Namun, begitu putus, kelopak bunga yang disimpan akan dibuang.
Masih dikatakan Lia, dirinya hampir tidak pernah membeli bunga segar.
Salah satu alasanya dikarenakan penjual bunga segar di Palembang masih bisa dihitung dengan jari.
Kalau pun ada, jenis bunga segarnya terbatas dan dihargai dengan tarif yang tinggi.
Sebab itu, ketika ada niat memberikan hadiah berupa bunga, Lia membeli bunga buatan, baik dalam bentuk tangkai maupun buket.
"Kalau untuk jenis, saya senang mawar atau krisan. Namun, terkadang ingin menerima atau membeli bunga di lua jenis tersebut. Sayangnya, di Palembang sangat sulit dijumpai penjualnya," kata karyawati bank ini.
Salsa juga memiliki penilaian yang sama dengan Lia. Mahasiswi di salah satu universitas swasta di Palembang ini mengaku amat jarang menerima bunga segar.
Padahal, ketimbang bunga buatan, bunga segar lebih disukai Salsa.
Namun, dirinya tidak bisa memaksa karena pemberian yang ia terima dilakukan secara kejutan oleh si pemberi dan Salsa sendiri tidak pernah berharap adanya pemberian tersebut.
"Dapat bunga biasanya di Hari Kasih Sayang dan yang berikan pacar. Selama ini yang diterima selalu bunga buatan," kata Salsa.
Alasan Salsa menyukai bunga segar, Salsa mengatakan, karena bunga ini lebih indah dilihat ketimbang bunga buatan.
Meski dibuat menyerupai bunga asli, bunga buatan tetaplah bunga yang dibuat oleh tangan manusia.
Lagian, aroma yang keluar dari bunga segar ketika singgah di hidung bisa membuat serasa sedang di taman bunga.
Dengan demikian, pikiran menjadi lebih tenang dan teringat akan sosok yang memberikan bunga tersebut.
Sementara itu, Desy selaku salah satu penjual bunga segar di palembang mengatakan permintaan akan bunga segar memang cukup banyak.
Apalagi, menjelang Hari Valentine seperti sekarang, permintaan akan bunga segar meningkat pesat.
Ada yang meminta dalam bentuk tangkai, ada juga yang meminta sudah dibuatkan menjadi buket.
"Sekarang sudah mulai order bunga segar dari Jawa untuk memenuhi permintaan konsumen. Nanti akan dirangkai begitu momen Hari Valentine sudah dekat supaya bunganya tidak layu," kata emilik Desy n Suryadi planners ini.
Desy mengatakan, dirinya menerima permintaan bunga segar untuk jenis yang sulit didapat sekalipun.
Ada mawar salem yang termasuk dalam kategori bunga impor, bunga peacock, garbera, dan lain semacamnya.
Selama menjelang Hari Kasih Sayang ini, harga bunga per tangkai bisa senilai Rp 40 ribu, namun tetap diburu oleh pelangganya.
"Di hari biasa harganya Rp 15 ribu. Kadang saya kasih bonus bunga kepada pelanggan," kata Desy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/desy-menunjukkan-buket-bunga-mawar-salem_20160204_165128.jpg)