Cari Kerja Biar Tak Malu Depan Camer

Menurut Tika, mencari kerja lewat job fair pastinya mempermudah dirinya dalam mengakses informasi terkait perusahan yang membuka lowongan.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Suasana antrean pencaker disalah satu perusahan yang ikut dalam kegiatan Job Fair di Sandjaja Hotel, Rabu (3/2/2016). 

SRIPOKU.COM -- Sudah menjadi mindset di kalangan masyarakat, ketika sang anak gadis mengenalkan calon suaminya atau teman dekat prianya kepada orangtua, baik ayah atau ibunya selalu memberikan pertanyaan tentang bekerja di perusahaan manakah sang calon atau teman prianya tersebut.

Tentunya hal tersebut tak khayal menjadi momok tersendiri bagi mereka khususnya kaum adam yang belum mendapatkan pekerjaan. Riko Wanardijaya misalnya, meski ia baru saja menyelesaikan pendidikannya di S1 Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya, namun menurutnya mendapatkan pekerjaan tetap bagi seorang pria adalah sebuah keharusan. Terlebih lagi, sejumlah masyarakat masih memiliki pemikiran bahwa status pegawai dinilai punya kredibilitas lebih baik dari pada status wirausaha dimata sang calon ataupun orang tuanya.

"Intinya, kalau punya kerjaan tetap itu bikin semua orang bangga, sudah bisa mandiri dan juga bertanggung jawab jadi apabila ada keinginan mau menikah ga malu sama Camer. Tapi, Itu faktor ke sekian lah yang mendorong saya agar segera dapat pekerjaan tetap, prioritas saya saat ini adalah bagaimana caranya agar bisa menggunakan bekal ilmu yang saya miliki dari bangku kuliah kemarin " ungkapnya, saat ditemui dalam kegiatan Job Fair yang digelar di Sandjaja Hotel, Rabu (3/2/2016).

Sementara untuk berwirausaha, dikatakan Riko, ia belum memiliki modal untuk membuka usaha. “Pengen sih buka usaha, tapi terkendala modal, minjem ortu kan nggak enakan, makanya cari kerja aja dulu buat ngumpulin modal buka usaha. Istilah batu loncatan lah,” ujarnya.

Meski Riko dan ribuan pencaker lainya rela bercucuran keringat dan berdesak-desakan, namun Riko menilai dengan adanya kegiatan job fair seperti ini akan sangat membantu bagi mereka yang tengah membutuhkan pekerjaan.

"Sangat membantu sekali pastinya, Pencaker lebih mudah dapatkan informasi tentang perusahaan tersebut dari Human Resources Development (HRD), mereka tinggal menyambangi stan perusahan, lihat lowongan pekerjaan yang disediakan jika cocok bisa langsung masukan surat lamaran," tuturnya.

Hal senada juga diutarakan, Tika Para Deby yang merupakan lulusan Unsri. Menurut Tika, mencari kerja lewat Job fair pastinya mempermudah dirinya dalam mengakses informasi terkait perusahan yang membuka lowongan, selain itu juga, dengan datang ke job fair bisa menjadi ajang menambah teman sesama pencari kerja. Diakuinya, mindset orang sekarang, masih memikirkan bila mencari kerja wajib dilakukan terutama dalam memanfaatkan gelar yang sudah didapat.

“Kerja itu kan enak, kita digaji orang, status pun sudah pasti. Sedangkan kalau usaha kita harus modal dan siap rugi, mendingan cari kerja dulu, baru nanti mikirn usaha, ambil zona nyaman dulu ajah,” ungkapnya.

Dalam kegiatan job fair yang digelar selama dua hari yakni, 3-4 Februari 2016, Koordinator Garuda organizer, Ferdi Novitanto mengatakan, ajang job fair kali ini termasuk yang ke sepuluh kalinya dilakukan. Terhitung, sebelumnya sejak tahun 2010 pihaknya terus menerus melaksanakan kegaitan job fair 2 kali setiap tahunnya. Untuk job fair yang digelar di Ballroom Sandjaja Hotel sebanyak 20 perusahaan baik BUMN, perbankan dan Finance ikut dalam kegiatan ini.

“Kita sediakan lebih kurang 20 perusahaan yang terdiri dari BUMN dan Swasta, jadi setiap pelamar bebas melihat memilih perusahan apa yang mereka inginkan,” ujarnya.

Dikatakan Ferdi, pihaknya menargetkan lebih kurang 5.000 sampai 6.000 pencari kerja. Ia juga mengatakan, pada job fair yang digelar Garuda Organizer memberikan jaminan interview langsung dengan HRD dari perusahan yang bersangkutan.

“Biasanya hanya staff, namun sekarang kita minta HRD langsung, jadi pencari kerja bisa langsung bertanya tidak sekedar kasih lamaran, selain itu juga ada beberapa perusahaan yang langsung mengadakan psikotes di hari berikutnya,” tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved