Mau Melayat, Slamet Justru Susul Kakeknya

Slamet meninggal dunia setelah sepeda motornya menabrak belakang dump truck, di kawasan Jakabaring tepatnya depan Waterboom Jakabaring.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Keluarga Masnan dan isterinya saat melihat kondisi almarhum di RSUD BARI Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Tragis apa yang dialami Slamet (38), warga Jalan Kemang Kelurahan Sentosa Kecamatan SU II, Palembang.

Slamet meninggal dunia setelah sepeda motornya menabrak belakang dump truck, di kawasan Jakabaring tepatnya depan Waterboom Jakabaring Jalan KH Bastari, Jumat (22/1), sekitar pukul 12.10.

Menurut informasi yang dihimpun,  saat Slamet mendapatkan kabar jika kakeknya yang tinggal di Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI) meninggal dunia.

Saat itu Slamet dan keluarga pun hendak melayat  ke Indralaya. Tetapi karena mobil keluarga penuh saat itu Slamet bersama Adik Iparnya, Masnan (38), terpaksa mengendarai sepeda motor.

Masman yang membonceng mengendarai motor Mega Pro, dengan kecepatan sedang dan hendak menyalib dumptruck tepat di jalan lurus Jakabaring. Naasnya Masnan menabrak belakang mobil truk tersebut sehingga mereka terpental jatuh.

Warga yang mengetahui ada kecelakaan langsung menolong keduanya. Slamet sempat dibawa dan mendapat pertolongan di Rumah Sakit Bari, Palembang. Namun, karena luka yang dialaminya cukup parah di bagian wajah dan dada, hingga meninggal dunia.

Maswan ketika ditemui, mengatakan, saat itu ia tengah berkendara dengan kecepatan sedang dan beriringin dengan sebuah mobil dump truck berwarna kuning. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba mobil dump truck tersebut mengerem mendadak dan saat itu saya hendak memotong.

Maswan yang tak dapat mengerem laju sepeda motornya, saat itu pun langsung menabrak bagian belakang dump truck.

Akibatnya, Maswan terpental ke sebelah kiri, sementara Selamet terpental ke sebelah kanan. Naas bagi Selamet, saat terpental itu tiba-tiba dari arah depan, ada sebuah mobil dump truk berwarna merah yang tengah membawa tanah menyenggol tubuhnya.

"Saat itu kami menggunakan helm semua pak. Ketika terjatuh Slamet dilindas mobil
lagi. Ketika saya lihat dari mulutnya sudah keluar darah,"Ungkap Maswan, Jumat (22/1).

Setelah kejadian itu, Maswan yang masih sadar, saat itu langsung menghubungi keluarganya yang saat itu hendak sama-sama pergi melayat, dengan mengendarai mobil. Mereka lalu menjemput Selamet dan membawanya
ke RSUD Palembang Bari.

"Jelas pasti Slamet terlidas mobil dump truck dari arah depan. Setelah itu ada polisi yang datang," ungkap warga Jalan Tegal Binangun Lorong Karang Anyar Kelurahan Plaju Darat Kecamatan Plaju ini.

Terpisah, saat mendapati kabar tersebut Keluarga Selamet pun langsung histeris dan menangis. Bahkan, istri Selamet, Neimas terlihat lemas, saat mengetahui kejadian tersebut.

" Ya allah kenapa seperti ini, apa salah kami," katanya sambil menangis.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved