6 Dampak Mengejutkan dari Tubuh Obesitas

Berat badan berlebih alias obesitas selama ini sering dikaitkan dengan penyakit jantung dan diabetes. Tetapi sebenarnya memiliki bobot berlebih berdam

6 Dampak Mengejutkan dari Tubuh Obesitas
METRO.CO.UK
Ilustrasi. 

Berat badan berlebih alias obesitas selama ini sering dikaitkan dengan penyakit jantung dan diabetes. Tetapi sebenarnya memiliki bobot berlebih berdampak serius bagi kesehatan.

Ketahui apa saja dampak mengejutkan dari memiliki tubuh obesitas.

1. Kanker
The National Cancer Institute memperkirakan, obesitas berkontribusi pada munculnya 34.000 kasus baru kanker pada pria dan 50.000 pada wanita setiap tahunnya.

2. Migrain
Semakin berat bobot tubuh Anda, makin besar pula risikonya mengalami sakit kepala sebelah (migrain) secara periodik. Wanita yang kegemukan merupakan kelompok yang paling sering mengeluhkan migrain.

3. Sulit hamil
Wanita dengan berat badan berlebih memang lebih sulit hamil. "Obesitas adalah kondisi inflamasi dan ini menurunkan tingkat kesuburan. Kondisi itu juga bisa terjadi karena perubahan hormonal yang dihasilkan jaringan lemak," kata Dr.Marc Bessler, direktur Center for Weight Loss and Metabolic Surgery.

4. Kelahiran prematur
Bagi wanita gemuk yang hamil, kekhawatirannya belum berakhir. Menurut sebuah studi di Journal of the American Medical Association, risiko melahirkan bayi prematur lebih tinggi pada ibu hamil obesitas.

Menurut para ahli, memiliki terlalu banyak lemak di tubuh akan memicu proses peradangan dan melemahkan rahim serta membran mulut rahim.

5. Gangguan tidur
Salah satu bahaya kesehatan yang dihadapi orang obesitas adalah sleep apnea atau henti nafas sejenak saat tidur. Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan lemak di sekitar leher yang menekan dan menutup jaringan lunak di saluran napas saat kita tidur.

6. Bullying
Orang gemuk sering jadi sasaran olok-olok. Walau hal itu dimaksudkan hanya sebagai candaan, tapi tidak semua orang bisa menerimanya dengan santai. Mereka yang menjadi korban bullying akan memiliki kepercayaan diri rendah dan beresiko depresi, bahkan ingin bunuh diri.

Sumber : ABCNews

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved