Breaking News

BPR Pasar Mulai Beroperasi Melayani Nasabah

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pasar milik Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) mulai melayani nasabahnya.

Penulis: Siti Olisa | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Ahmad Novan, Direktur Utama SP2J Palembang, Ahmad Novan memberikat nasi tumpeng kepada Dirut BPR Pasar, Armansyah Syamsudin saat soft opening, Senin (18/1). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG  -- Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pasar milik Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) mulai melayani nasabahnya.

Dengan modal awal Rp 6 miliar, BPR Pasar siap membantu mengembangkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang ada di Palembang.

Direktur Utama BPR Pasar, Armansyah Syamsudin didampingi Direktur BPR Pasar, Slamet Warmoswito, usai soft opening, Senin (18/1) mengatakan, menurut perundang-undangan, kegiatan utama BPR adalah menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit.

"Modal awal yang disiapkan sebanyak Rp 6 miliar. Pemegang sahamnnya terdiri dari dua orang, 99 persen saham milik PT SP2J dan satu persen milik pribadi," ujarnya.

Oleh karena BPR Pasar merupakan milik SP2J yang merupakan milik Pemerintah Kota Palembang maka pangsa pasarnya adalah PNS kota palembang dan pedagang-pedagang yang dihimpun oleh PD Pasar.

"Selain itu yang menjadi pangsa pasar kami adalah BUMD yang ada di bawah Pemerintah Kota Palembang, seperti PDAM, SP2J, PD Pasar, dan RS Bari. Termasuk rekanan-rekanan Pemerintah Kota Palembang, baik kontraktor maupun suplayer," ujarnya.

Sama seperti perbankan lainnya, BPR Pasar juga mempunyai produk yang ditawarkan, baik dari sisi landing maupun funding. Dari sisi funding pihaknya menawarkan produk deposito dan tabungan, sedangkan produk landing ada kredit konsumer dan kredit usaha mikro dan kecil dengan plafond mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 500 juta.

"Sampai akhir tahun kami menargetkan funding dan landing sebesar Rp 25 miliar.

Meskipun perekonomian di Sumatera Selatan khususnya di Palembang cenderung sama dengan tahun 2015 pihaknya tidak terlalu mempermasalahkannya. Karena melihat dari segmen pasar yang dimasuki tidak terlalu pengaruh terhadap kondisi global.

"Karena pangsa pasar kita adalah PNS dan sektoe perdagangan, kami rasa tidak terlalu berpengaruh dan kami tetap optimis," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved