Curhat

Persiapkan Matang Masa Pensiun

Memasuki usia 50 tahun, tak sedikit dari pegawai, baik PNS maupun swasta yang mulai memikirkan masa pensiunnya.

Penulis: Damayanti Pratiwi | Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM -- Memasuki usia 50 tahun, tak sedikit dari pegawai, baik PNS maupun swasta yang mulai memikirkan masa pensiunnya. Tak sedikit pula yang akhirnya khawatir jika setelah pensiun, tak ada aktivitas serta penghasilan memadai seperti di masa bekerja.

Namun, pensiun bukanlah alasan bagi pegawai manapun untuk bermalas-malasan serta tidak bersemangat. Tentu saja, setelah masa pensiun, pegawai harus tetap aktif melakukan berbagai kegiatan, baik kegiatan sosial maupun usaha yang dapa menopang perekonomian pribadi usai tak lagi mendapatkan gaji seperti bekerja.

Kegiatan ini juga memungkinkan Anda untuk bertemu dengan banyak orang, sehingga ada interaksi dan punya bahan yang didiskusikan. Menurut psikolog Sri Agustini, orang yang telah pensiun harus tetap aktif menggunakan otaknya, agar memperlambat penyakit pikun. Kegiatan yang dikategorikan melatih otak, antara lain mengulang isi tulisan yang dibaca dengan menuliskannya kembali atau mendongengkannya pada orang lain.

Biasanya, menjelang pensiun, pegawai akan diberikan masa persiapan pensiun (MPP) selama setahun. Pegawai sudah tidak aktif bekerja, tetapi masih dibayar penuh.

"Diharapkan dalam masa setahun ini, pegawai yang akan pensiun sudah mempunyai pilihan apa yang akan dilakukannya setelah pensiun," katanya.

Tentu saja pilihan bidang kegiatan apa yang bisa dilakukan, sangat tergantung pada sifat dan kompetensi masing-masing. Yang harus diingat adalah usia tidak muda lagi, sehingga jangan memilih pekerjaan yang ber risiko tinggi. Jadi, kalaupun memilih berwirausaha, sebaiknya memilih yang sederhana, dimulai dari kecil, sehingga akan mengenal resiko dan suka dukanya sejak awal.

"Jangan langsung memulai usaha dengan modal besar, karena kalau rugi, bukan kesenangan yang diperoleh, malah akan terbaring di rumah sakit karena stroke," ucapnya.

Jadi, pada prinsipnya adalah melakukan kegiatan dengan hati riang, baik yang bersifat sosial, maupun ada nilai ekonomi. Untuk yang memulai usaha saat sudah berumur, sebaiknya usaha dimulai dari kecil sehingga risikonya tak terlalu besar jika terjadi kegagalan.

"Tapi, memang sebaiknya persiapan pensiun sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Dari memulai pekerjaan dan yakin akan bertahan hingga pensiun, pikirkanlah apa yang akan dilakukan, misalnya mau usaha apa, jadi tidak terkejut setelah pensiun," pesannya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved