Kasus DBD di Ogan Ilir Masih Nihil
Pihaknya belum menerima adanya kasus DBD yang ditimbulkan akibat gigitan jenis nyamuk “aedes aegepty” itu.
Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, INDERALAYA — Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ogan Ilir (OI) awal tahun 2016 ini nihil. Tercatat sejak beberapa bulan terakhir ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI, tidak menemukan adanya pasien DBD.
“Alhamdulillah hingga saat ini, kita belum menemukan adanya pasien DBD. Meski begitu, masyarakat dihimbau perlu waspada dan mengantisipasi serangan penyakit DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan baik di luar dan dalam rumah,” kata Direktur RSUD Ogan Ilir dr Irma didampingi Kabid Medis non medis Nazori, Jumat (15/1/2015).
Selain itu juga, ia menyatakan dari jumlah keseluruhan unit Puskesmas yang tersebar di-16 Kecamatan dalam lingkungan Kabupaten OI, pihaknya belum menerima adanya kasus DBD yang ditimbulkan akibat gigitan jenis nyamuk “aedes aegepty” itu.
“Baik di RSUD OI maupun di Puskesmas, belum ada pasien yang terjangkit,” katanya.
Menurutnya, untuk menjaga kondisi bebas dari serangan DBD, pihaknya gencar melakukan upaya pencegahan dini dengan melakukan pengasapan ke sejumlah wilayah yang disinyalir mewabahnya nyamuk DBD baik di kelurahan Inderalaya hingga di Kecamatan lainnya dalam lingkungan bumi “caram seguguk”. Dengan tujuan menekan angka pasien DBD. “Untuk melakukan pencegahan dini.
Tentunya, akan kita lakukan koordinasi ke setiap Puskesmas. Selain itu juga, kita himbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kondisi lingkungan,” harapnya.
Sementara diketahui, saat ini, sejumlah wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumsel, seiring dengan musim penghujan, kasus DBD mulai mewabah.