Serangan Bom di Jakarta

10 Brimob Jaga Tiap Objek Vital di Palembang

Setiap satu titik objek vital tersebut dikerahkan sedikitnya satu regu Brimob yang berjumlah sepuluh personil untuk melakukan penjagaan.

Penulis: Sugih Mulyono | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/IGUN BAGUS SAPUTRA
Seorang personil Brimob bersenjata lengkap bersiaga di halaman Kantor Gubernur Sumsel ,Kamis (14/1/2016) malam. Pasca aksi teror di Sarina sejumlah objek vital di jaga ketat. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sejak statusnya ditetapkan siaga satu pasca terjadinya aksi peledakan bom di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) sekitar pukul 10.30 kemarin hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa, Polda Sumsel semakin memperketat pengamanan terhadap objek vital seperti bandara, pusat perbelanjaan atau mal.

Bahkan, setiap satu titik objek vital tersebut dikerahkan sedikitnya satu regu Brimob yang berjumlah sepuluh personil untuk melakukan penjagaan.

"Setiap tempat keramaian menjadi fokus pengamanan. Satu mal dijaga sepuluh anggota brimob, tempat lain juga begitu," ungkap Wakasat Brimob Polda Sumsel, AKBP Arief saat ditemui di Polda Sumsel, Jumat (15/1/2016).

Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo mengungkapkan, ia sudah menginstruksikan kepada anak buahnya di masing-masing polres untuk waspada terhadap serangan susulan teroris. Kewaspadaan ini diwujudkan dalam bentuk menurunkan seluruh jajaran seperti Reserse, Sabhara, dan Brimob.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo. (SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO)

"Kita tetap waspada, apalagi sudah ada instruksi Kapolri siaga satu," ungkapnya saat ditemui usai menunaikan Salat Jumat di Masjid Assaadah Polda Sumsel.

Sejauh ini, dikatakan Jendral bintang dua ini, situasi keamanan di Palembang cukup kondusif. Tidak nampak kecemasan yang berlebih dari masyarakatnya.

"Palembang masih tenang, masyarakat juga harus tenang tapi waspada. Laporkan jika ada yang mencurigakan," terangnya.

Selain itu, masih dikatakan Djoko, pihaknya juga akan maksimal mengantisipasi teror seperti yang terjadi di Jakarta kemarin. Pasalnya, para pelaku bisa saja menebar teror di mana saja termasuk di Sumsel.

"Sampai sekarang belum ditemukan (Ancaman-red), tapi yang kita tandai (Teroris-red) ada di Sumsel," jelasnya.

Namun, Djoko memastikan, pihaknya terus memantau pergerakan terduga teroris tersebut. Sejauh ini belum ditemukan pelanggaran dan ancaman dari terduga.

"Terus kita pantau pergerakannya, kalau tidak melanggar tak apa," tuturnya.

Bahkan, Djoko juga menginstruksikan jajarannya untuk memantau aktivitas sejumlah eks tahanan teroris asal Sumsel. Hal ini untuk mencegah mereka menyebar ancaman sehingga menimbulkan dampak negatif bagi keamanan dan keselamatan masyarakat.

"Ya, ada beberapa mantan tahanan teroris, mereka kita pantau terus," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved