Muaraenim Bedah 900 Unit Rumah
Sisanya sebanyak 6.951 rumah secara bertahap untuk kecamatan lain sesuai dengan kondisi di lapangan.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah, Pemkab Muaraenim, kembali memprogramkan bedah rumah untuk 900 rumah tak layak huni.
"Kita konsisten untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan program bedah rumah," ujar Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Muaraenim H Ramlan Suryadi MT, Kamis (14/1/2016).
Menurut Ramlan, pada tahun 2016 ini, Pemkab Muaraenim, kembali memprogramkan bantuan untuk membedah 900 rumah tak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang dianggarakan melalui dana APBD Muaraenim sebanyak 450 rumah dan bantuan dari pemerintah pusat melalui APBD sebanyak 450 rumah.
Totalnya ada 900 rumah tak layak huni yang akan dibedah. Bantuan stimulan rumah tak layak huni sudah dilakukan sejak 2012 lalu, sampai tahun 2018 mendatang, dengan total sasaran rumah tidak layak huni nanti yang harus dibantu sebanyak 8.782 buah.
Saat ini, pihaknya sudah menyelesaikan sebanyak 1.831 rumah tidak layak huni, sehingga sisanya masih sebanyak 6.951 buah lagi.
Adapun kecamatan yang sudah menerima program tersebut, kata Ramlan yakni kecamatan Lawang Kidul sebanyak 221 rumah (2013), Muaraenim ada 831 rumah (2012 - 2014), Gunung Megang 264 rumah (2013), Tanjung Agung 375 rumah (2014), Lembak 140 rumah (2013).
Sisanya sebanyak 6.951 rumah secara bertahap untuk kecamatan lain sesuai dengan kondisi di lapangan.
Untuk dana bedah rumah berasal dari Kemenpera RI (APBN) dan APBD Muaraenim, dengan bentuk bantuannya langsung ke masyarakat penerima dalam bentuk cek.
Namun cek tersebut tidak bisa diambil dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk material senilai dana yang diterima. Hal tersebut untuk menghindari adanya penyimpangan sehingga dana yang didapat benar-benar dibangunkan untuk perbaikan rumah.
"Kita berharap dana stimulan tersebut hanya sebagai pendamping dari pusat dan Pemkab Muaraenim. Sisanya masyarakat bisa swadaya sendiri untuk merehab rumah mereka, sehingga menjadi layak untuk didiami,” ujar Ramlan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ramlan_20160114_231800.jpg)