'Polisi Biasa Menembak, tapi Ini Kok Operasi Katarak Gratis'
Sebelum menjalani operasi dan dapat melihat, nenek, asal Jawa Tengah ini sudah mengalami katarak sejak kurang lebih selama dua tahun.
Penulis: Sugih Mulyono | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Rasa senang dan syukur tampak terpancar dari raut wajah Galuh (66). Pasalnya, setelah hampir dua tahun tak dapat melihat akibat katarak yang dideritanya, kini nenek delapan cucu itu dapat melihat lagi.
"Senang dan Alhamdulillah saya bisa melihat lagi. Saya juga berterimakasih kepada pak polisi yang telah mengadakan operasi katarak gratis," ungkapnya saat ditemui usai menjalani operasi katarak di RS Bhayangkara Polda Sumsel, Sabtu (09/1/2016) sekitar pukul 16.00.
Sebelum menjalani operasi dan dapat melihat, dikatakan nenek, asal Jawa Tengah ini, ia sudah mengalami katarak sejak kurang lebih selama dua tahun. Sehingga, ia pun kesusahan untuk melihat terutama saat hendak membaca Alquran.
"Saya susah kalau mau membaca Alquran tapi setelah ini, mudah-mudahan bisa lancar lagi," terangnya.
Nenek yang tinggal di Talang Jambi Kecamatan Sukarami Palembang ini juga menjelaskan, mengetahui adanya operasi katarak gratis ini setelah diberitahu oleh Ketua RT setempat.
"Pak RT bilang, katanya ada operasi gratis yang diadakan polisi. Mendengar itu, saya sempat terkejut, kan polisi biasa menembak tapi ini kok malah mengadakan operasi katarak gratis," jelasnya.
Menurutnya, dengan adanya operasi katarak gratis ini juga sangat membantu terutama warga miskin seperti dirinya.
"Saya hanya tinggal dengan suami menunggu dan menjaga rumah bedeng milik orang dengan digaji Rp 1,3 juta per bulan. Jadi kalau mau operasi dengan biaya sendiri sangat berat," tuturnya.
Sementara itu, Kasat Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol Sugeng Suprijanto mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hut Satbrimob yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.
"Operasi katarak ini digelar bekerja sama dengan Perdami. Operasi ini diadakan juga untuk membantu masyarakat terutama yang tidak mampu," jelasnya.
Setidaknya, dikatakan Sugeng, operasi ini dilakukan kepada sebanyak 46 pasien yang sudah melewati proses scanning.
"Awalnya ada 202 pasien tapi setelah discanning tinggal 46 saja," terangnya.
Selain itu, masih dikatakan Sugeng, dalam operasi katarak yang digelar kali ini pihaknya juga melakukan antar jemput kepada seluruh pasien termasuk juga saat melakukan kontrol.
"Kita tidak hanya menggelar operasi katarak saja tapi juga gelar donor darah. Setidaknya ada 150 orang yang telah mengikuti donor darah," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/brimob-gelar-operasi-katarak_20160110_085929.jpg)