KAI Sumsel Belum Terapkan Tambahan Biaya untuk Kelebihan Berat Bagasi

Untuk saat ini pemberlakuan informasi terbaru tersebut belum dapat diterapkan di Divre III Sumsel.

KAI Sumsel Belum Terapkan Tambahan Biaya untuk Kelebihan Berat Bagasi
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Corporate Communication PT KAI Divre III Sumbagsel, Jaka Jarkasih 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Terhitung 5 Januari 2016 lalu, PT KAI menginformasikan bahwa penumpang yang membawa barang bawaan lebih dari 20 kg akan dikenakan tarif bagasi. Namun, untuk saat ini pemberlakuan informasi terbaru tersebut belum dapat diterapkan di Divre III Sumsel. Pihak Divre III masih melakukan tahap persiapan.

"Untuk saat ini masih belum diberlakukan karena masih dalam persiapan, namun terkait instruksi dari pimpinan akan tetap dilaksanakan sesegera mungkin setelah persiapan rampung," ujar Jaka Jarkasih, Humas PT KAI Divre III, Jumat (8/1/2015).

Persiapan yang dimaksudkan Jaka diantaranya, mempersiapkan alat penimbangan untuk bagasi penumpang dan sosialisasi kepada petugas juga penumpang.

"Yang paling penting adalah sosialisasi kepada petugas internal, terkait mekanisme pelaksanaan penghitungan berat bagasi penumpang. Sementara untuk sosialisasi pada penumpang akan dilakukan secara perlahan sejak sekarang, sehingga pada saatnya nanti penumpang sudah mengetahui tentang adanya prosedur ini," ungkapnya.

Seperti yang diketahui, penetapan tarif ini berlaku untuk semua kelas baik ekonomi, bisnis maupun eksekutif. Namun besaran tarif bagasi setiap kelas kereta api berbeda. Untuk rinciannya adalah Rp 2.000 per kilogram untuk kelas ekonomi, Rp 5.000 untuk kelas bisnis, dan Rp 10.000 untuk kelas eksekutif.

"Mekanismenya sebelum masuk (KA), ada pemeriksaan berat bagasi. Kalau kelebihan, maka akan dikenakan biaya tambahan," kata Jaka.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved