Jembatan Gantung Rusak, Warga Desa Perigi Seberangi Sungai Pakai Perahu Karet Bermesin

Warga saat ini hanya bergantung pada satu unit perahu karet mesin yang disediakan Pemkab Lahat.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Jembatan gantung di Desa Perigi Lahat miring karena mengalami kerusakan dan berbahaya untuk dilalui warga. 

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Setidaknya dalam sepekan terakhir ini aktivitas warga Desa Perigi Kecamatan Pulau Pinang, Lahat terganggu. Pasalnya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Perigi dengan Desa Lubuk Sepang kondisi miring/rusak akibat salah satu tali jembatan putus.

Disisi lain tidak ada alternatif lain bagi warga untuk beraktivitas seperti ke sekolah, ke Kota Lahat dan sebagainya selain melewati jembatan yang berukuran panjang ratusan meter tersebut. Warga saat ini hanya bergantung pada satu unit perahu karet mesin yang disediakan Pemkab Lahat untuk melayani warga menyeberang Sungai Lematang yang kondisinya saat ini cukup deras.

Kepala Desa Perigi, Budi Indra Irawan mengungkapkan kerusakan jembatan diduga dipicu dampak hujan deras disertai angin kencang yang terjadi belakangan ini. Menurutnya awalnya jembatan masih dapat dilintasi namun akibat kerusakan terus bertambah kondisinya semakin memburuk dan berbahaya bila dilewati.

"Sudah sepekan terakhir ini kita tak bisa melintasi jembatan. Padahal itu akses utama kita dan sebagaimana diketahui kalau desa kita ini tidak ada jalan lain," ungkapnya.

Pelajar naik <a href='https://palembang.tribunnews.com/tag/perahu' title='perahu'>perahu</a> karet

Beberapa pelajar Desa Perigi naik perahu karet masin yang disiapkan Pemkab Lahat akibat jembatan gantung rusak. (SRIPOKU.COM/EHDI AMIN)

Budi sangat berharap Pemkab Lahat akan segera memperbaiki kerusakan tersebut sehingga 400 warga bisa beraktivitas normal. Kata dia, anak anak sekolah sangat disulitkan dengan kondisi tersebut meski saat ini ada pelayanan perahu karet mesin. Lagi pula dirinya sangat khawatir karena banyak warga yang masih nekat menyebrang saat malam hari diluar pantauanya.

"Ya namanya warga kadang ada kepentingan lain untuk menyebrang sementara layanan perahu karet hanya sampai sore. Kalau mau menyebrang lematang dipastikan hanyut karena sangat deras saat ini," ujar Budi, saat dibincangi, Rabu (6/1/2016).

Putra (12) warga Desa Perigi yang kini tercatat sebagai pelajar di SMPN Pulau Pinang menuturkan begitu khawatir dengan kondisi jembatan di desa kelahiranya tersebut. Menurutnya salain butuh wakti dirinya takut menyebrang dengan perahu karet dengan kondisi sungai yang cukup deras.

"Sebenarnya takut tapi harus bagaimana, kalau tidak begitu gak bisa sekolah. Kita berharap jembatan segera dibenahi," harapnya.

Terpisah Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'i SE, melalui Kepala BPBD Lahat Ismail Lukman SH mengatakan, sejak terjadi kerusakan yang berdampak terhambatnya warga menyeberang pihaknya telah menyediakan perahu karet bermesin untuk memberikan pelayanan kepada warga khususnya bagi anak anak sekolah.

"Ya sejauh ini kita tanggulangi dengan perahu karet sehingga warga masih tetap menyeberang kendati terbatas. Untuk perbaikan sendiri akan dilakukan secapatnyasehingga aktivitas warga kembali normal," terangnya.

Ketua DPRD Lahat, Herliansyah SH MH menuturkan siap mendorong agar dilakukan perbaikan secepatnya. Meski belum menerima laporan, dirinya akan langsung berkoordinasi dengan BPBD Lahat. "Kita akan koordinasi dengan Pemkab lahat agar jembatan segera dibenahi," katanya.

Sementara pantauan di lapangan warga terlebih para pelajar harus antre menunggu perahu karet mesin baik akan menuju desa perigi maupun menyeberang ke Desa Lubuk Sepang. Sementara beberapa anggota BPBD bekerja keras menyebrangkan warga.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved