Pertamina Fokus Pada Efisiensi dan Penuhi Produksi

Di tahun 2016 ini, PT Pertamina Refinery Unit III Plaju akan fokus di sektor efisiensi dan produksi.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Di tahun 2016 ini, PT Pertamina Refinery Unit III Plaju memiliki dua sektor yang akan difokuskan, yakni efisiensi dan juga produksi. Dimana kedua sektor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan BBM di Sumbagsel.

General Manager Pertamina RU III, Mahendrata Sudibja Didampingi Senior Manager Operation and Manufacturing (SMOM), Djoko Priyono dan Area Manager Communication & Relations Sumbagsel, Makhasin mengungkapkan, tahun lalu bisnis Pertamina cukup berat, hal ini menyusul penurunan harga minyak dunia yang cukup signifikan, sehingga mempengaruhi bisnis secara keseluruhan.

Dikatakan Mahendra, tahun ini efisiensi terutama untuk biaya produksi dan biaya operasional sebisa mungkin harus ditekan. Sehingga target perusahaan untuk mendapatkan laba bisa tercapai.

"Bagi RU III, fokus produkai tahun ini bisa memenuhi kebutuhan BBM untuk Sumbagsel dulu. Banyaknya kegiatan pembangunan tentu membutuhkan keberadaan BBM yang cukup,"katanya.

Ada beberapa kondisi yang mejadi perhatian untuk selalu menjaga ketersediaan BBM di kilang pertamina, seperti libur panjang dan hari raya idul fitri. Kondisi seperti ini bukan hanya kebutuhan BBM seperti solar dan premium, namun BBM lain seperti avtur juga harus dijaga.

"Kebutuhan minyak mentah untuk kilang RU III sejauh ini suplainya 60 persen dari sumur yang ada di Sumsel, sebagian dari Riau dan ada 27 persen pengiriman via kapal dari jawa," katanya.

Sejauh ini evaluasi produksi tahun lalu dinilai cukup bagus, hal ini kata dia tercermin dari antrian di berbagai SPBU tidak terlalu panjang, kondisi ini merupakan gambaran jika produksi BBM yang dilakukan sudah mencukupi.

"Dengan total produkai hampir 90 ribu barel perhari sudah bisa mencukupi kebutuhan BBM. Tahun ini kita akan menyesuaikan dengan kebutuhan dari MOR II untuk target produksi, sebab kapasitas produksi kilang masih sangat longgar. Dengan kondisi sekarang bisa memprodukai secara maksimal sampau 120 ribu barel perhari," ujar Mahendra

Sementara terkait kondisi harga minyak yang tahun ini diproduksi akan kembali turun, Pertamina akan melakukan efisiensi untuk tetap bisa bertahan dan mempertahankan eksistensi perusahaan. Semua lini akan diupayakan untuk efisien. Mulai dari biaya produksi, biaya operasional hingga biaya pengeluaran lainya.

"Namun seberapa besar efisiensi yang kita lakukan, jumlah besaranya belum diperincu karena harus melakukan infentarisir ulang," tutupnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved