Dihipnotis Akhir Tahun, Rp 700 Juta Ditukar Mi Instan

Terkena pengaruh hipnotis, YT )64) tanpa sadar mengikuti perintah pelaku termasuk mencairkan depositonya di bank secara bertahap sebesar Rp 700 juta.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
YT saat membuat laporan di Polresta Palembang, karena menjadi korban hipnotis hingga mengalami kerugian mencapai Rp 700 juta. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Malang dialami YT (64) warga Kelurahan 17 Ilir Kecamatan IT I Palembang. Uang tabungan depositonya yang diketahui lebih dari setengah miliar telah hilang, setelah dirinya
hipnotis oleh orang yang tak dikenal.

Menurut informasi yang dihimpun kejadian yang dialami bermula, pada Rabu (30/12), sekitar pukul 10.30, lalu di kawasan Jalan Sayangan, depan Toko Makmur. Saat kejadian korban YT tengah berbelanja buah di
kawasan Pasar 16 Ilir.

Tiba-tiba ada seorang perempuan yang juga tengah berbelanja menghampiri korban dan mengajaknya cerita.

Saat itu mereka pun bercerita seperti orang yang sudah akrab. Bahkan korban dibuat percaya dengan ramalan pelaku, jika salah seorang anak korban akan segera meninggal dunia.

Nah, untuk menghindari musibahnya, YT kemudian ditawarkan untuk membeli obat. Solusi lain, agar anaknya tidak meninggal, YT juga diminta oleh pelaku untuk sembahyangi uang yang dimilikinya.  Korban YT yang langsung percaya akhirnya menuruti keinginan pelaku.

Kemudian pulang kerumahnya, korban kemudian mengambil uang tunai Rp 60 juta, sejumlah perhiasan dan buku tabungan deposito.

Diantarkan kepada pelaku yang masih menunggu di kawasan Pasar 16 Ilir. Saat bertemu untuk
yang kedua kali, YT lalu diajak untuk mencairkan deposito tabungannya secara bertahap sampai Rp 700 juta dalam satu hari tersebut.

Korban YT sempat diajak oleh pelaku berkeliling setelah semua uang dicairkan. YT sempat diberikan sebuah kantong plastik warna hitam, berisi MI Instan.

Laporan korban diterima dengan No LP/B-2990/XII/2015/Sumsel/Resta.

Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede, mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami laporan korban. " Laporan sudah kita terima dan akan segera kita tindaklanjuti,"ungkap kasat Reskrim.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved