Jagung Manis Dipasok dari Bengkulu

Tingginya permintaan jagung jelang tahun baru menjadi momen tersendiri bagi usahawan musiman untuk meraup untung.

Jagung Manis Dipasok dari Bengkulu
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Pasokan jagung dari Bengkulu saat tiba di Lahat, 

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Tingginya permintaan jagung jelang tahun baru menjadi momen tersendiri bagi usahawan musiman untuk meraup untung.

Bahkan terbatasanya pasokan jagung lokal membuat beberapa pedagang harus membeli jagung dari Provinsi Bengkulu untuk memenuhi permintaan jagung saat malam pergantian bisa terpenuhi.

Hal ini seperti dikatakan Munir (49) warga Kota Lahat yang akan memanfaatkan momen tahun baru untuk berjualan jagung. Menurutnya saat ini dirinya sudah menyiapkan 10 ton jagung untuk dipasarkan di Kota Lahat.

Banyaknya permintaan membuat Munir tertantang untuk membeli jagung dalam jumlah besar. "Kalau berkaca dari tahun baru 2015 kita kekurang stok. Makanya tahun ini kita pasok 10 ton,"ungkapnya, dibincangi, Rabu (30/12).

Menurut Munir, 10 ton jagung yang akan ia jual untuk malam pergantian dipasok dari Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Meski malam pergantian masih satu hari lagi ungkapnya dua ton jagung sudah terjual disisi lain banyak pesanan yang datang.

"Karena stok di Lahat terbatas lagipula banyak warga yang akan menjual maka kita pasok dari bengkulu," terangnya.

Sementara Umar (45) warga Bengkulu, penyuplai jagung di Pasar Tradisional Modern (PTM) Serelo Kota Lahat, mengatakan harga jagung yang ia jual ke pengecer seharga Rp 4.500 perkilogram.

Namun, pengecer dilayani dengan harga tersebut bila membeli minimal satu karung atau 50 kilogram. Faktor kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan lalu menyebabkan produksi jagung dibeberapa daerah menurun.

"Tahun lalu selain dari Manna, jagung jugo datang dari Pagaralam dan Lampung,"katanya.

Menurutnya belasan ton jagung yang ia bawah diperkirakan belum mencukupi untuk seluruh warga Kabupaten Lahat. Apalagi sebagian besar jagung yang didatangkan dari luar provinsi itu telah dibeli pengecer, yang diperkirakan juga akan dijual di Muara Enim.

"Ini aku beli Rp 8 ribu sekilo, mungkin besok la naik Rp 10 ribu,"ungkapnya.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved