Transaksi Teroris di Indonesia Mencapai Belasan Miliar Rupiah
PPATK mengendus ada sekitar 13 transaksi mencurigakan, yang diduga terkait dengan jaringan terorisme di tanah air.
- Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo
SRIPOKU.COM , JAKARTA -- Sepanjang tahun 2015, Pusat Pelaporan dan Analisia Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus ada sekitar 13 transaksi mencurigakan, yang diduga terkait dengan jaringan terorisme di tanah air.
Wakil Kepala PPATK Agus Santoso kepada wartawan, di kantor PPATK, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2015), mengatakan total transaksi yang diendus PPATK jumlahnya tidak sedikit, yakni mencapai belasan miliar rupiah.
"Itu asalnya ada dari Australia, ada dari beberapa negara tetangga," ujarnya.
Soal dari kelompok teroris mana yang transaksinya terendus, Agus Santoso mengaku tidak tahu. Hal itu merupakan kewenangan penyidik Polri, yang sudah menerima laporan PPATK soal transaksi tersebut.
"Dari kelompok mana kami tidak tahu. Tapi kami membantu Polisi untuk melacak (anggota) kelompok-kelompoknya siapa saja, itu kan terlacak dari arus transaksinya," terangnya.
Dana tersebut kata dia ada yang disalurkan melalui sejumlah yayasan berkedok sosial dan agama. Setelahnya anggota jaringan tersebut akan mendistribusikan ke pihak-pihak yang membutuhkan.
"Ada yang untuk membeli senjata, untuk biaya mengumpulkan pendukung, menyantuni keluarga anggota yang meninggal, dan biaya latihan," jelasnya.
Uang tersebut didapatkan dengan berbagai cara, mulai dari sumbangan, Fa'i atau perampasan untuk perjuangan, situs radikal hingga melalui aksi kejahatan dunia maya.
"Semua temuan kita itu sudah kita laporkan ke Mabes Polri," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/transaksi-teroris-di-indonesia_20151229_031651.jpg)