Bocah Tewas Tenggelam di Kolam

Keluarga Korban Sesalkan Kolam Galian yang Dibiarkan Begitu Saja

Dedy juga mengatakan, korban merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Cik Agus dan Sri Harti.

Keluarga Korban Sesalkan Kolam Galian yang Dibiarkan Begitu Saja
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Kolam galian tempat tenggelamnya Rio hingga meninggal dunia, Selasa (29/12/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Paman Rio, Dedy (45), mengaku sangat kecewa terhadap pemborong yang tengah melakukan pembangunan perumahan di lokasi kejadian tersebut.

"Kami menyesalkan kepada pemborong perumahan untuk Kodam II/Swj itu. Harusnya, kolam galian yang dibuat sebagai tempat penampung air cadangan itu diberi pagar. Tetapi, ini malah tidak sama sekali," sesalnya saat ditemui di rumah duka.

Namun, dikatakan Dedy, ia tak mau menyalahkan siapa-siapa karena musibah ini sudah terjadi.

Meskipun begitu, hal tersebut telah memakan korban jiwa dan selama ini belum ada korban, sehingga ia berharap dapat dijadikan pelajaran.

"Ya jangan sampai terulang lagi kejadian yang serupa hingga kembali memakan korban jiwa. Terlebih, di tempat itu memang sering dijadikan tempat main anak-anak. Jadi kolam itu jangan dibiarkan begitu saja," terangnya.

Dedy juga mengatakan, korban merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Cik Agus dan Sri Harti.

Sementara untuk firasat, dikatakan Dedy, pihak keluarga tak ada yang memiliki firasat apa pun.

"Hanya tadi pagi, korban ini menunjukkan tanda-tanda aneh kepada ayahnya. Dia tidak mau ketemu sama sekali, bahkan saat dibelikan makanan juga tidak mau malah terus di kamar saja sampai akhirnya ayahnya pergi bekerja. Padahal, hari-hari biasa selalu dekat dan menanyakan ayahnya terus," ungkapnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved