Lampu Taman di Prabumulih Bernilai Jutaan Rupiah Diembat Maling

Sebanyak tiga lampu tembak dan terali drainase senilai belasan juta rupiah dicuri oleh kawanan oknum tak bertanggungjawab.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Pembangunan taman lengkap dengan segala faslitasnya oleh pemerintah kota Prabumulih, terus dirusak oleh tangan-tangan jahil oknum tak bertanggungjawab.

Tidak hanya melepas tulisan nama taman dan mencoret bangunan gedung di taman, namun oknum tak bertanggungjawab juga melakukan pencurian lampu-lampu tembak penerangan di taman tugu kuda Simpang Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur.

Tak tanggung-tanggung sebanyak tiga lampu tembak dan terali drainase senilai belasan juta rupiah dicuri oleh kawanan oknum tak bertanggungjawab. Akibatnya, selain taman menjadi rusak juga menjadi gelap tanpa penerangan lampu-lampu tembak.

"Memang sejauh ini banyak taman kita dirusak oknum, tidak hanya dirusak tapi juga beberapa lampu tembak kita dicuri. Ini kita akan lakukan perbaikan," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), M Supi MT ketika diwawancarai ketika meninjau lampu-lampu jalan yang rusak, Rabu (23/12/2015).

Supi mengatakan, akibat pencurian itu pemerintah mengalami kerugian belasan juta, pihaknya akan melakukan perbaikan dan menganggarkan untuk mengganti lampu yang hilang dicuri itu.

"Satu lampu itu harganya Rp 3,5 juta lebih, kita mengalami kerugian belasan juta. Nanti akan kita anggarkan untuk pergantian bola lampu, supaya pada malam tahun baru bisa terang oleh cahaya," bebernya.

Supi menuturkan, pihaknya sudah melaporkan peristiwa pencurian itu ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar menjaga dan mengawasi aset-aset Prabumulih agar tidak dicuri oknum-oknum tak bertanggungjawab.

"Kita lapor ke Pol PP tapi mereka kesulitan untuk mengawasi lantaran tidak ada pos dan lahan sudah tidak cukup untuk membangun pos, karena tanah pemkot sudah habis oleh taman dan tugu kuda," katanya.

Lebih lanjut pria asli Kabupaten OKU Selatan ini menuturkan, pihaknya akan mengupayakan pendirian pos dengan melobi pemilik tanah di belakang tugu kuda, sehingga nantinya akan ada petugas Satpol PP melakukan pengamanan taman serta tugu dari pencurian.

"Kita hanya butuh 2x3 meter, namun tanah sudah sempit. Kita akan berusaha meminta pemilik lahan dibelakang tugu kuda menjual seukuran tersebut sehingga nanti akan didirikan pos," lanjutnya.

Supi berharap, seluruh masyarakat mendukung pembagunan yang dilakukan pemerintah salah satunya merawat aset-aset pemerintah sehingga tidak mudah rusak serta bisa bertahan hingga puluhan tahun.

"Kita minta seluruh masyarakat membntu pemerintah menjaga, merawat seluruh aset taman dan tugu sehingga tetap bagus dan bisa dinikmati hingga puluhan tahun," katanya. (eds/TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved