Breaking News:

Di Tanah Air Diejek karena Cacat Fisik, Mahasiswa Indonesia Ini Meraih 'Mimpi' di Inggris

Saya mengalami berbagai macam bullying, seperti ditertawakan, diejek, dikunci di kamar mandi, gerakan tangan saya yang 'aneh' diperagakan

dok pribadi. Muhammad Zulfikar
Zulfikar berhasil lulus dari Universitas Qatar dengan ipk 3.93. 

SRIPOKU.COM - Seorang mahasiswa Indonesia yang tengah mengambil program doktoral di Manchester, Inggris bercerita bagaimana ia menghadapi ejekan dan kesulitan dalam meraih "mimpi'nya di tengah keterbatasan fisiknya.

‪Muhammad Zulfikar Rakhmat, 22 tahun, melalui segmen #KabarDariInggris BBC, bercerita bahwa sejak lahir ia mengalami Ashpyxia Neonatal, gangguan yang menyebabkannya tidak bisa bicara lancar dan tidak dapat menggunakan kedua tangan untuk sejumlah aktivitas termasuk menulis.

 

Ia saat ini tengah melakukan penelitian doktoral di Universitas Manchester tentang dampak perkembangan negara Asia terhadap perkembangan politik di Timur Tengah, setelah sebelumnya mengambil S2 di universitas yang sama.

Zulfikar, yang pindah dari Indonesia ke Qatar saat berusia 15 tahun bersama kedua orangtuanya- meraih gelar sarjana dengan predikat terbaik di Universitas Qatar.

"Karena saya tidak bisa menulis dengan tangan, saya harus bawa laptop kemana-mana. Tapi saya tidak pernah menganggap ini sebagai beban, jalani saja - pasti ada jalan. Tuhan tidak pernah membebani hambanya melebihi kemampuan mereka," kata Zulfikar.

"Mungkin terkadang gaya bicara saya yang gagap membuat orang yang baru saya temui agak kesulitan memahami, tetapi lagi-lagi selalu ada jalan untuk mengatasinya seperti mengulangnya atau menjelaskannya melalui e-mail setelah pertemuan."

"Tidak ada lagi bullying seperti yang saya dapati di Indonesia"

"Saya mengalami berbagai macam bullying, seperti ditertawakan, diejek, dikunci di kamar mandi, gerakan tangan saya yang 'aneh' diperagakan di depan kelas, dan lain-lain," cerita Zulfikar tentang ejekan dan cemoohan yang ia terima saat masih tinggal di Indonesia.

Halaman
12
Editor: Sudarwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved