Inilah Khauf Para Nabi

AISYAH ra meriwayatkan bahwa Jika angin bertiup dan cuaca berubah, maka wajah Nabi SAW berubah, lalu berdiri dan berputar-putar di kamar sambil keluar

Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan

AISYAH ra meriwayatkan bahwa Jika angin bertiup dan cuaca berubah, maka wajah Nabi SAW berubah, lalu berdiri dan berputar-putar di kamar sambil keluar masuk. Semua itu adalah karena takut siksa Allah SWT.

Juga diriwayatkan, jika Nabi SAW telah masuk ke dalam perbuatan salat, maka di dada beliau terdengar suara seperti suara seseorang.

Anas bin Malik ra meriwayatkan, bahwa Nabi SAW bertanya kepada Jibril as:

“Apa bagiku, aku tidak melihat Mikail tertawa?”

Jibril menjawab, “Mikail tidak tertawa sejak neraka diciptakan.”

Abu Darda’ berkata: Ketika berdiri salat, suara hati Nabi Ibrahim as terdengar dari jarak satu mil karena takut Tuhannya.”

Mujahid berkata: “Nabi Daud as menangis selama empat puluh hari dalam keadaan bersujud. Beliau tidak pernah mengangkat kepala beliau, sehingga rumput tumbuh dari air mata beliau dan menutupi kepalanya. Kemudian ada seruan:

“Hai Daud, apakah engkau lapar, sehingga engkau diberi makan? Ataukah engkau dahaga, sehingga engkau diberi minum? Ataukah telanjang, sehingga diberi pakaian?”

Lalu beliau meratap sekali yang menyebabkan kayu terbakar karena panas perut beliau. Kemudian Allah SWT menurunkan taubat kepadanya.”

Pada suatu hari Nabi Zakaria as berkata kepada Nabi Yahya as:

“Hai anakku, aku hanya meminta kepada Tuhanku agar memberikan engkau kepadaku agar kedua mataku sejuk karena engkau.”

Mendengar hal itu, Nabi Yahya as menjawab:

“Wahai ayahku, sesungguhnya Jibril memberitahukan kepadaku bahwa di antara surga dan neraka ada hutan yang tidak dapat dilewati oleh setiap tangisan.”

Nabi Zakaria pun bersabda: “Hai anakku, maka menangislah.”

(Sumber Tulisan : Imam Al-Ghazali Berbicara tentang Takut dan Harapan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved