Ini Mata yang tidak Menangis di Hari Kiamat

Semua mata akan menangis pada Hari Kiamat kecuali tiga hal. Pertama, mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT

Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan

AL-QURANUL KARIM menceritakan berkali-kali tentang peristiwa Hari Kiamat, seperti yang disebutkan dalam Surah Al-Ghasyiyah ayat 1-6.

Dalam surah ini digambarkan bahwa tidak semua wajah ketakutan.

Ada wajah-wajah yang pada hari itu cerah ceria.

Mereka merasa bahagia dikarenakan perilakunya ketika hidup di dunia.

Dia ditempatkan di surga yang tinggi. Itulah kelompok orang yang pada Hari Kiamat memperoleh kebahagiaan.

Tentang wajah-wajah yang tampak ceria dan gembira di Hari Kiamat, Rasulullah SAW pernah bersabda: “Semua mata akan menangis pada Hari Kiamat kecuali tiga hal. Pertama, mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT. Kedua, mata yang dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan. Ketiga, mata yang tidak tidur karena mempertahankan agama Allah.”

Dahulu, dalam suatu riwayat, ada seorang yang kerjanya hanya mengejar-ngejar hawa nafsu, bergumul dan berkelana di tempat-tempat maksiat, dan pulang larut malam. Dari tempat itu, dia pulang dalam keadaan sempoyongan.

Di tengah jalan, di sebuah rumah, lelaki itu mendengar sayup-sayup seseorang membaca ayat suci Al-Quran. Ayat yang dibaca itu berbunyi (artinya) : “Belum datanglah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah, dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Sepulangnya dia di rumah, sebelum tidur, lelaki itu mengulangi lagi bacaan itu di dalam hatinya. Kemu dian tanpa terasa air mata mengalir di pipinya. Si pemuda merasakan ketakutan yang luar biasa. Bergetar hatinya di hadapan Allah SWT karena perbuatan maksiat yang pernah dia lakukan.

Kamudian ia mengubah cara hidupnya. Ia mengisi hidupnya dengan mencari ilmu, beramal mulia dan beribadah kepada Allah SWT, sehingga di abad kesebelah Hijriyah dia menjadi seorang ulama besar, seorang bintang di dunia tasawuf. Orang itu bernama Fudhail bin Iyadh.

Dia kembali ke jalan yang benar karena mengalirkan air mata penyesalan atas kesalahannya di masa lalu lantaran takut kepada Allah SWT. Berbahagialah orang-orang yang bersalah dalam hidupnya kemudian menyesali kesalahannya dengan cara membasahi matanya dengan air mata penyesalan. Mata seperti ini insya Allah termasuk mata yang tidak menangis di Hari Kiamat.

Kedua, mata yang dipalingkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Rasulullah SAW pernah bercerita tentang orang-orang yang akan dilindungi pada Hari Kiamat ketika orang-orang lain tidak mendapatkan perlindungan. Dari ketujuh orang itu, salah satu di antaranya adalah seseorang yang diajak melakukn maksiat oleh perempuan, tetapi dia menolak ajakan itu dengan mengatakan, “Aku takut kepada Allah.”

Nabi Yusuf as mewakili kisah ini. Ketika dia menolak ajakan kemaksiatan majikannya. Mata beliau termasuk mata yang tidak akan menangis pada Hari Kiamat, lantaran matanya dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah SWT.

Kemudian mata yang ketiga adalah mata yang tidak tidur karena membela agama Allah SWT. Seperti mata pejuang Islam yang selalu mempertahankan keutuhan agamanya dan menegakkan tonggak Islam.

(Sumber Tulisan : Renungan-renungan Sufistik oleh Jalaluddin Rakhmat)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved