TV Tabung Masih Menjadi Pilihan Masyarakat
Ketika dibandingkan dengan tv tabung milik tetangga yang juga menggunakan antena indoor, gambarnya terlihat lebih jernih.
Penulis: Refli Permana | Editor: Tarso
Televisi (tv) yang berbentuk tabung, bagi sebagian masyarakat di Palembang, rupanya mash favorit ketimbang tv jenis layar datar atau LED.Alasanya adalah perihal keamanan karena tv tabung lebih sulit dicuri ketimbang tv LED.
Salah satu masyarakat yang memutuskan untuk tetap menggunakan tv tabung adalah Rachman (58). Warga Alang-alang Lebar Palembang ini baru beberapa hari yang lalu membeli tv tabung untuk mengganti tv LED miliknya yang hilang digondol maling.
"Jadi, saya kapok untuk kembali menggunakan tv LED. Selain harganya lebih mahal ketimbang tv tabung, tv LED lebih mudah digondol maling karena ukuranya yang praktis," kata pensiunan Telkom ini, Senin (21/12).
DMenurut Rachman, sebelum memutuskan untuk kembali menggunakan tv tabung, ada beberapa pertimbangan di benaknya. Rupanya, alasan lebih aman menggunakan tv tabung bukan satu-satunya alasan karena menurut Rachman tv tabung memiliki kelebihan lain ketimbang tv LED. Kelebihan tersebut terletak pada kualitas gambar.
Rachman menjelaskan, selama menggunakan tv LED dalam kurun waktu tiga bulan, rupanya gambar yang dihasilkan tv buatan Jepang tersebut tidak terlalu terang dan banyak semutnya.
Mulanya, kejadian ini dianggap karena faktor antena. Namun, ketika dibandingkan dengan tv tabung milik tetangga yang juga menggunakan antena indoor, gambarnya terlihat lebih jernih.
"Padahal, merk tv tabung milik tetangga saya tidaklah terkenal, beda dengan merk tv LED milik saya yang sudah memiliki nama mentereng. Sebenarnya, sebelum tv saya dicuri, saat itu sudah ada niat untuk mengganti tv LED saya," kata Rachman.
Hal yang sama juga dikatakan oleh seorang ibu rumah tangga yang bermukim di kawasan Lemabang IT II Palembang, Putri.
Meski belum mengalami kejadian senaas Rachman, Putri sudah lama punya niat untuk mengganti tv LED miliknya, niat tersebut baru terealisasi beberapa pekan yang lalu. Alasannya karena Putri kesulitan mencari tukang servis tv LED ketika tv LED miliknya ada sedikit gangguan pada suara.
"Rusaknya sepele, namun untuk memperbaikinya benar-benar sulit. Saat sudah mendapati tukang yang mampu memperbaikinya, biaya yang diminta cukup mahal karena alat untuk tv LED sulit didapat. Saya akhirnya menjual tv tersebut dan menggantinya dengan tv tabung," kata Putri.
Masih diminatinya tv tabung membuat sejumlah penjual benda-benda elektronik masih menyediakan stok tv tabung. Hanya saja, stoknya jauh lebih sedikit ketimbang stok tv LED karena peminat tv tabung yang minim.
"Tv tabung kan sudah bukan jamannya lagi dan dinilai lebih repot karena ukuranya yang besar. Namun, tetap ktia sediakan stoknya karena tidak seluruh masyarakat meninggalkan tv tabung," kata salah satu pemilik toko elektronik di kawasan 16 Ilir, Yusuf.
yusuf mengatakan, harga tv tabung memang lebih murah ketimbang tv LED. Contoh, tv tabung buatan salah satu produsen asal Jepang berukuran 14 inch dihargai sekitar Rp 700 ribuan, sedangkan tv LED yang merk dan ukuranya sama degan tv tersebut harganya sudah Rp 900 ribuan.
Meski demikian, tv LED masih tetap lebih banyak dicari ketimbang tv tabung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/televisi_20151221_212654.jpg)