Mengatasi Sulit Tidur Pada Lansia

Kemampan fisik menurun terkait dengan kemampuan organ dalam tubuh yang menurun juga seperti jantung, paru-paru dan ginjal.

Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan

GANGGUAN tidur pada lansia biasanya muncul dalam bentuk kesulitan untuk tidur dan sering terbangun atau bangun terlalu awal.

Mengatur waktu tidur dengan baik, mengikuti petunjuk pola tidur sehat, dan berpikir positif dengan lebih berfokus pada vitalitas di siang hari yang segar bugar dibandingkan kualitas tidur malam sebelumnya bisa membantu para lansia tidur.

Perubahan pola tidur pada lansia banyak disebabkan kemampaun fisik usia lanjut yang semakin menurun.

Kemampan fisik menurun terkait dengan kemampuan organ dalam tubuh yang menurun juga seperti jantung, paru-paru dan ginjal.

Penurunan ini mengakibatkan daya tahan tubuh dan kekebalan tubuh turut berpengaruh.

Insomnia biasanya menyerang lansia. Hal ini terjadi sebagai efek samping (sekunder) dari penyakit lain, seperti nyeri sendi, oesteoporosis, lemah jantung, parkinson atau depresi.

Jika penyebab utamanya tidak diatasi, dengan sendirinya gangguan tidur tidak akan pernah teratasi. Pada kondisi seperti ini, obat tidur bukanlah solusi yang tepat mengatasi insomnia.

Insomnia pada lansia bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan karena hal itu berjalan secara wajar dan manusiawi.

Umumnya dorongan homeostatis untuk tidur lebih dulu menurun, baru diikuti oleh dorongan irama sirkadian untuk terjaga.

Oleh karena itu, kita sering melihat oragtua yang sebelumnya menderita insomnia, tetapi setelah beberapa waktu malah lebih banyak tidur.

Orang lansia amat lebih mudah lelah sehingga sering tertidur pada siang hari. Kita haus lebih berhati-hati karena kantuk di siang hari bisa menjadi tanda adanya gangguan tidur.

Gangguan ini bisa berupa Sleep Apnea (OSA) dan Periodic Limb Movements in Sleep (PMLS) . Keduanya adalah gangguan yang bisa diatasi dengan pola tidur yang baik dan berolahraga ringan serta teratur, seperti jalan kaki pagi hari, berlari-lari kecil, senam, atau sekadar peregangan otot.

Olahraga ringan terbukti bisa memperbaiki kualitas tidur pada lansia. Melakukan jalan pagi atau senam lansia di saat subuh mampu meningkatkan vitalitas usia lanjut.

Dengan berolahraga, diharapkan lansia bisa tidur lebih cepat, lebih jarang terbangun, dan tidur lebih dalam.

Lansia dianjurkan tidur siang jika pada malam sebelumnya kekurangan tidur. Tidur siang akan mengu rangi utang tidur, padahal utang tidur diperlukan untuk meningkatkan dorongan homeostatis untuk tidur.

Tidur siang 15 menit biasanya sudah cukup memberikan kesegaran bagi para lansia untuk beraktivitas.

(Sumber : Doa dan Terapi Khusus Bebas Insomnia dan Gangguan Tidur oleh Ustad Mujtahidin dan Dr M Ali Toha Assegaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved