Sales Rokok Dipreteli Dua Pemuda
Beruntung saat dirampok, korban tidak melakukan perlawanan hingga kawanan rampok tidak melukai Ajie.
SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Malang nasib dialami M Ajie Sidik (27), warga Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih. Sales perusahaan rokok ini menjadi korban perampokan dua orang tak dikenal menggunakan senjata tajam ketika berkeliling di kawasan Jalan Kapten Abdullah Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih tepatnya sekitar 100 meter dari SMA PGRI, Rabu (17/12/2015) sekitar pukul 17.00.
Akibat perampokan oleh dua pelaku yang menggunakan pisau dan berpakaian rapi itu, Ajie harus merelakan uang sebesar Rp 3,7 juta hasil penjualan rokok dibawa kawanan rampok.
Beruntung saat dirampok, korban tidak melakukan perlawanan hingga kawanan rampok tidak melukai Ajie.
Korban sempat berusaha minta tolong namun karena jalanan sepi, hingga tak satupun pengendara melintas untuk menolong.
Atas peristiwa dialaminya, korban Ajie melaporkan ke Mapolsek Prabumulih Barat.
Informasi berhasil dihimpun, peristiwa perampokan itu sendiri bermula ketika Ajie berkeliling menjajakan produk rokok ke warung-warung di kawasan Jalan Kapten Abdulah Kelurahan Mangga besar. Korban menjajakan produk rokok itu dengan menggunakan sepeda motor yang telah dilengkapi boks penyimpanan rokok.
Sekitar pukul 17.00 korban kemudian melintasi jalanan tepatnya di dekat SMA PGRI, saat itu cuaca mendung hendak turun hujan sehingga jalanan sepi. Tiba-tiba, korban dikagetkan dua pemuda tak dikenal yang menghentikan kendaraan, lalu tanpa basa-basi satu pelaku langsung menghampiri dan mengancam korban menggunakan pisau agar menyerahkan barang berharga jika tidak ingin mati. Melihat dua pemuda dengan perawakan seram dan pakaian rapi itu, korban Ajie takut dan turun dari motor seraya langsung menyerahkan uang sebesar Rp 3,7 juta yang disimpan dalam tas miliknya.
Usai mendapatkan uang korban, dua pelaku kembali mengancam dan meminta agar Ajie menyerahkan handphone miliknya. Namun Ajie mengatakan jika handphone miliknya sedang rusak. Khawatir ada warga melintas lalu dua pelaku langsung kabur. Korban sempat berusaha melihat sekeliling untuk meminta tolong, namun lantaran jalan sepi membuat aksi perampokan itu berjalan mulus.
"Saya sangat takut saat itu, du korban menggunkan senjata mengancam akan membunuh. Saat itu sepi jadi tidak ada tempat meminta tolong," ungkap Ajie di hadapan petugas ketika melaporkan apa yang dialaminya ke Polsek Prabumulih Barat.
Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Toni Arman didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Haryoni SH ketika dikonfirmasi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban.
"Korban sudah melapor ke kita, kita sudah kerahkan petugas melakukan penyelidikan terkait kasus ini, semoga saja pelaku segera diringkus," tegasnya. (eds/TS)