VIDEO: Terekam, Gadis Cantik Ini Diserang Secara Brutal Saat Acara Tidur Bersama

Parahnya, kejadian penyiksaan ini direkam melalui kamera dan videonya sudah beredar di dunia maya.

VIDEO: Terekam, Gadis Cantik Ini Diserang Secara Brutal Saat Acara Tidur Bersama
youtube
Naomi diserang oleh beberapa orang temannya saat sedang mengadakan pesta tidur bersama. 

SRIPOKU.COM - Sekelompok remaja perempuan tega memukuli dan menendangi salah seorang temannya saat sedang mengadakan pesta tidur bersama.

Parahnya, kejadian penyiksaan ini direkam melalui kamera dan videonya sudah beredar di dunia maya.

Dikutip dari Unilad (15/12/2015), rekaman kejadian mengerikan ini benar-benar memilukan.

Dalam rekaman tersebut, terlihat empat orang gadis remaja memukuli Naomi Johnson (14), dan salah seorang temannya merekam kejadian tersebut.

Sayang, tak ada satu pun yang tampak berusaha untuk melerai kejadian ini.

Seperti yang dilaporkan The Daily Beast, rekaman berdurasi 10 menit dijadikan bukti oleh ayah dari Naomi sebagai tuntutan terhadap seorang wanita yang mengadakan pesta tidur tersebut.

Menurut laporan dari kasus Wayne Johnson, ayah dari Naomi, Deanna Kirgis, sang penyelenggara pesta tersebut, sedang berada di rumahnya di Anchorage, Alaska, saat putrinya dan beberapa orang temannya menyerang Naomi di sebuah garasi.

Bukannya gagal mencegah kejadian tersebut, wanita ini bahkan memberikan para gadis di bawah umur ini beberapa minuman beralkohol.

Wayne pun menuntut Kirgis dan meminta ganti rugi sebesar £ 66.000 (sekitar Rp 1,4 Miliar), dimana ia harus membiayai biaya perawatan dari Naomi yang nilainya cukup besar, termasuk biaya mengeluarkan putrinya dari sekolah.

Orangtua Naomi memutuskan untuk memberikan program home-schooling bagi putrinya setelah sekolahnya dilaporkan gagal menghukum para remaja yang melakukan penyerangan tersebut (yang diakui tak terjadi di lingkungan sekolah).

Sekolah tersebut bahkan tak memberikan tanggapan saat salah seorang pelaku penyerangan sempat mengancam akan menusuk Naomi suatu saat.

Kepolisian pun bertindak lambat dalam menanggapi kasus ini, dan diketahui belum memberikan hukuman kepada para pelaku. (Sadam, Sumber : Unilad/Alex Watt)

Editor: Darwin Sepriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved