Kami Seperti Diteror Pencuri

Ia menceritakan kronologi kantor yang bersebelahan dengan Kantor Camat Rantau Bayur itu untuk keempat kalinya disatroni maling.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Penyelenggaraan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang menjadi tugas utama institusi Polri seakan belum berjalan maksimal diwilayah kecamatan Rantau Bayur. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya kasus pencurian yang terus berulang, seperti dialami Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rantau Bayur. Ironisnya kantor itu terletak hanya beberapa meter dari Kantor Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Rantau Bayur.

“Kami seperti diteror pencuri, karena berulangkali mereka beraksi mengambil barang seenaknya dengan merusak pintu serta mengobrak abrik seluruh ruangan di kantor ini,” ungkap Kepala KUA Kecamatan Rantau Bayur, Ahmad Yani dijumpai, Senin (14/12/2015).

Ia menceritakan kronologi kantor yang bersebelahan dengan Kantor Camat Rantau Bayur itu untuk keempat kalinya disatroni maling. Aksi pencurian yang diperkirakan terjadi pada akhir pekan itu pertama kali diketahui pengawai pada Senin (14/12/2015) sekitar pukul 06.00 WIB saat hendak memulai aktivitas perkantoran. Pegawai tersebut telah mendapati pintu depan yang sedianya telah berterali besi berikut pintu dalam kondisi terbuka karena dirusak paksa.

Pencuri yang berhasil masuk dari pintu depan dengan leluasa membongkar beberapa pintu ruangan yang tidak berterali kemudian mengambil sejumlah barang barang alat elektronik yang menjadi perlengkapan kantor. Diantaranya, satu unit printer, satu unit dispenser dan dua unit kipas angin yang berada di ruang yang berbeda. Dan satu satu ruangan yang tidak dibongkar adalah ruangan Kepala KUA yang dilengkapi dengan terali besi dan digembok.

“Kejadian ini telah kali keempat terjadi, sejumlah surat surat penting tidak ada yang hilang karena dengan seringnya tamu yang tidak diundang itu datang, kami berinisiatif membawa serta berkas penting ke rumah saat pulang,” tegasnya.

Dirinya berharap kepolisian dapat segera bertindak dengan menangkap pencuri yang meresahkan sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali. Menurutnya kerugian materil yang dialami sebenarnya tidak begitu besar namun rasa kekesalan yang besar senantiasa menyesak didalam dada. Apalagi mengakibatkan lumpuhnya pelayanan kantor kepada masyarakat yang menjadi tugasnya.

Camat Rantau Bayur, Iwan Kurniawan Hasyim SIP MT menyampaikan keluhan serupa. Kantor kecamatan juga juga menjadi aksi pencurian yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Para pencuri tersebut berhasil membawa lari sejumlah perlengkapan kantor.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas pemerintah ini.

"Kehadiran kami disini adalah untuk melayani masyarakat, dan kita berharap masyarakat dapat turut menjaga fasilitas pelayanan publik ini, dan jangan biarkan orang orang tidak bertanggung jawab dengan leluasa melakukan aksinya, yang akhirnya juga berdampak pada pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Kapolres Banyuasin, AKBP Julihan Muntaha melalui Kapolsek Rantau Bayur, AKP Hulman Purba membenarkan kejadian pencurian yang menimpa KUA Rantau Bayur. Pihaknya menegaskan masih menanti laporan resmi dari pihak KUA terkait aksi pencurian tersebut.

"Kita baru mendapatkan laporan lisan, dan kita sudah menurunkan anggota untuk meminta keterangan dari pihak KUA, kita berharap pihak KUA dapat membuat laporan resmi, sehingga kami dapat melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian itu," tegasnya. (jon/TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved