Polres Muba Gagalkan Pencurian 2000 Liter Minyak Mentah

“ Sudah tujuh kali pak, ini yang kedelapan. Untuk melakukan aksi kami mulai dari pukul 23.00 WIB, sampai pukul 01.00 WIB.”ungkap Yanto.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Tarso
Polres Muba Gagalkan Pencurian 2000 Liter Minyak Mentah
SRIPOKU.COM/FAJERI
Kapolres Muba AKBP M Ridwan SIk, menunjukkan truck yang sudah dimodifikasi yang berisikan 2000 liter minyak mentah.

SRIPOKU.COM, SEKAYU — Aksi illegal tapping di Desa Ramba, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berhasil digagalkan jajaran Satreskrim Polres Muba.

Pencurian minyak terjadi di PT Pertamina Ramba KM 5 Philipe 20, Desa Ramba Kecamatan Babat Supat, pada Rabu (9/12) sekitar pukul 02.00 WIB.

Pada penangkapan tersebut berhasil diamankan satu unit Truk PS BG 8668 LG bermuatan 2000 liter minyak mentah, yang dikemudikan Suyanto Alias Yanto (28) warga Philipe 14 Desa Babat Banyuasin.

Kapolres Muba AKBP M Ridwan Sik, mengatakan terbongkarnya kasus illegal taping tersebut tak lepas dari informasi yang berasal dari masyarakat .

Karena masyarakat banyak yang curiga dengan keberadaan truk menyedot minyak mentah dari pipa, mendapatkan informasi tersebut pihak kita langsung melakukan penelusuran.

Namun pada saat dilokasi, pihak kepolisian kecolongan dan pelaku berhasil kabur namun arah mereka kabur diketahui menuju Pangkalan Balai, Banyuasin.

Dengan sigap pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut, dan berhasil dihentikan di Jalintim Pangkalan Balai, Banyuasin.

“Modus yang mereka lakukan dengan cara menjebol pipa dengan mengisi klaim besi yang telah dirakit, kemudian langsung mengalirkan minyak curian melalui selang kedalam mobil yang sudah dirakit dengan tedmond didalamnya,” kata Ridwan, Senin (14/12).

Sedangkan informasi dari pihak perusahaan menurut Kapolres, kerugian yang dialami PT Pertamina Ramba akibat aksi pencurian minyak mencapai 380 barel (jalur pipa Tempino Plaju).

Sementara itu, tersangka Suyanto, mengungkapkan aksi pencurian minyak sudah dilakukan sebanyak 8 kali, 7 kali berhasil lolos. Sedangkan untuk aksi kedelapan mereka keburu tertangkap.

“ Sudah tujuh kali pak, ini yang kedelapan. Untuk melakukan aksi kami mulai dari pukul 23.00 WIB, sampai pukul 01.00 WIB.”ungkap Yanto.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved