Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada di Tujuh Kabupaten Provinsi Sumsel Menurun, Musirawas Terendah

Data yang dihimpun pilkada kota Medan 2015 mengalami Parmas terendah mencapai 27 persen.

Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada di Tujuh Kabupaten Provinsi Sumsel Menurun, Musirawas Terendah
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
A Naafi SH MKn 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG  --- Tingkat partisipasi masyarakat (Parmas) dalam Pilkada di tujuh kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan rata-rata mencapai 70 persen.

Kondisi ini cukup beralasan mengingat hampir di setiap daerah di Indonesia mengalami penurunan tingkat partisipasi yang sangat signifikan namun tingkat kecerdasan pemilih cenderung meningkat.

Data yang dihimpun dari portal situng (sistem penghitungan) KPU menunjukkan rata-rata tingkat partisipasi di Kabupaten Ogan Ilir mencapai 72,33 persen, Kabupaten OKU mencapai 73,03 persen.

Kemudian, Kabupaten OKU Selatan mencapai 72,66 persen, Kabupaten OKU Timur mencapai 67,83 persen, Kabupaten Musirawas mencapai 64,50 persen, Kabupaten Muratara mencapai 66,06 persen, Kabupaten Pali mencapai 68,79 persen.

Namun tingkat kecerdasan atau penggunaan suara sah dibanding tidak sah meningkat dari pilkada sebelumnya di tujuh kabupaten tersebut yang mencapai rata-rata diatas 93 persen.

Menanggapi kecenderungan penurunan parmas dari pilkada ke pilkada ini, komisioner KPU Prov Sumsel Ahmad Naafi SH MKn kepada mengakui penurunan hampir terjadi merata di setiap daerah di Indonesia.

Namun Naafi mengakui Pilkada 7 kabupaten di Sumsel masih rata-rata 70 persen yang lebih baik dari daerah lain walaupun target 77 persen belum tercapai.

Pada pileg 2014 lalu Parmas (partisipasi masyarakat) di Sumsel mencapai 77 persen sedangkan Pilpres 72 persen.

"Hampir semua daerah mengalami penurunan Parmas, banyak faktor yang mempengaruhi dan kita akan evaluasi selain riset 2016 tentang penurunan ini," katanya.

Dikatakan, tingkat kecerdasan masyarakat justru diatas 93 persen di tujuh kabupaten penyelenggara pilkada di Sumsel.‎

Dijelaskannya tugas sosialisasi memang bukan hanya tugas KPU tapi juga stakeholder terkait sehingga semuanya menjadi tanggungjawab bersama.

Naafi mengibaratkan KPU hanya menyiapkan panggung demokrasi dan rakyatlah yang memilih dan calon juga menyiapkan strategi untuk dipilih.

Data yang dihimpun, dari pemilukada se Indonesia ternyata pilkada kota Medan 2015 mengalami Parmas terendah, hanya mencapai 27 persen. (*)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved