Roket bawa keperluan AS di Stasiun Luar Angkasa

Kapsul Cygnus, yang diperkirakan akan tiba pada hari Rabu (9/12), akan menjadi pesawat pengangkut pertama AS ke stasiun antariksa sejak bulan April.

Editor: Budi Darmawan
AFP
Kapsul ini mengangkut pasokan seberat 3,500 kg ke stasiun luar angkasa. 

SRIPOKU.COM , AMERIKA SERIKAT - Sebuah pesawat antariksa yang mengangkut pasokan kebutuhan tim Amerika Serikat, meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan pada Minggu (06/12) waktu setempat.

Roket yang dinamai Atlas 5 ini lepas landas dari Cape Canaveral Air Force Station setelah tiga hari mengalami keterlambatan karena cuaca buruk.

Kapsul Cygnus, yang diperkirakan akan tiba pada hari Rabu (9/12), akan menjadi pesawat pengangkut pertama AS ke stasiun antariksa sejak bulan April.

Persediaan di stasiun antariksa menipis karena beberapa pengiriman gagal dan peluncuran roket berjalan kurang baik.

Kapsul ini mengangkut lebih dari 3.500kg makanan, pakaian, perlengkapan komputer, peralatan luar angkasa dan percobaan sains serta perlengkapan lainnya.

Saat ini, stasiun hanya memiliki persediaan makanan untuk empat bulan. Badan antariksa NASA bermaksud menjaga pasokan ini selama enam bulan.

"Santa sedang dalam perjalanan!" Tory Bruno, presiden pembuat roket United Launch Alliance, mengumumkan melalui Twitter.

Enam astronot stasiun ruang angkasa berhasil memotret kapsul Cygnus yang tengah naik dari jendela sewaktu keduanya meluncur di atas Atlantik.

"Kami menangkap sesuatu yang bagus dari balik cakrawala," tulis Komandan Scott Kelly dalam cuitannya.

"Kami menangkap sesuatu yang bagus dari balik cakrawala," komandan Scott Kelly menulis dalam tweet-nya ketika ia memotret kapsul Cygnus.

Persediaan di stasiun telah menipis setelah beberapa misi peluncuran roket pembawa pasokan gagal.

Kedua perusahaan swasta - Orbital ATK dan SpaceX - yang dikontrak oleh NASA untuk mengirimkan pasokan ke stasiun, terhambat ijin akibat sejumlah kecelakaan dalam peluncuran roket.

Roket Orbital meledak ketika mengirimkan pasokan ke luar angkasa pada bulan Oktober 2014, sementara SpaceX mengalami kegagalan peluncuran pada bulan Juni. Rusia juga kehilangan sebuah kapal pasokan awal tahun ini.

Orbital membeli roket perusahaan lain, yang bernama Atlas 5, untuk misi pengiriman pasokan ke luar angkasa.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved