In Love With You
Tetap Mesra Meski Menopause
Seorang perempuan memang tidak ujug-ujug masuk masa menopause.
Penulis: Damayanti Pratiwi | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM -- Banyak kaum wanita yang menganggap masa menopause sebagai momok yang sangat menakutkan. Kebahagiaan suami istri yang dirasakan sejak menikah terasa akan segera berakhir. Kehidupan di ranjang yang selama ini telah memberi kenikmatan, akan terasa berbalik menjadi siksaan.
Ketakutan ini terus muncul dan membuat wanita khawatir akan datangnya masa menopause. Farida, seorang ibu berusia 48 tahun belakangan mulai berpikir akan datangnya masa menopause pada dirinya.
Perubahan fisiologis pada dirinya pun mulai terasa. "Ya ada khawatir sih kalau menopause. Apakah akan sama bahagianya dengan sebelum menopause, karena kayaknya kehidupan seksualnya terasa jauh lebih menyiksa," ungkapnya.
Hanya saja, Farida yang akhirnya mendatangi seorang ginekolog bersama suaminya mendapatkan penjelasan yang sangat melegakan pasangan yang telah menikah selama 25 tahun ini.
Ginekolog yang menanganinya mengatakan, menopause bukan akhir dari keintiman suami istri. Perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi masih bisa diatasi. Hubungan intim bersama suami yang selama ini masih rutin dilakoni masih dapat berlanjut dengan nyaman.
Sebenarnya kegelisahan memasuki masa menopause seperti yang dialami Farida juga dirasakan perempuan lain. Sama seperti Farida, mereka juga menganggap masa menopause sebagai akhir dari kehidupan seksualnya akibat proses alami yang membuat kinerja organ-organ intim tak lagi optimal.
Lubrikasi vagina berkurang, bahkan tidak terjadi. Kepekaan titik-titik sensitif berkurang jauh. Gairah seks pun akan lebih sulit bangkit.
Seorang perempuan memang tidak ujug-ujug masuk masa menopause. Dalam siklus hidup perempuan, menopause merupakan bagian dari masa klimaktorium. Masa klimaktorium sendiri terbagi atas pramenopause (premenopause), menopause, dan pasca menopause (post menopause).
Pada masa-masa itu terjadi penurunan produksi hormon estrogen akibat proses penuaan pada indung telur. Tingkat penurunannya bervariasi dengan penurunan terbesar mencapai 80 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pasangan-orang-tua_20151206_080816.jpg)