Ribuan 'hoverboard' disita di Inggris
Lebih dari 15.000 hoverboard - juga dikenal sebagai skuter tanpa pegangan - disita di pelabuhan dan bandara Inggris.
SRIPOKU.COM --- Lebih dari 15.000 hoverboard - juga dikenal sebagai skuter tanpa pegangan - disita di pelabuhan dan bandara Inggris.
Aparat dari Badan Standar Dagang Inggris mengatakan, papan luncur itu berbahaya karena bisa meledak atau terbakar akibat panas berlebih.
Hoverboard, yang populer di kalangan selebriti seperti Lily Allen dan Wiz Khalifa, diperkirakan jadi barang terlaku di musim Natal ini.
Pemadam kebakaran melaporkan, setidaknya terdapat tiga kebakaran rumah yang disebabkan alat tersebut dalam 10 hari di bulan Oktober.
Berdasarkan Badan Standar Dagang, banyak hoverboard yang dilengkapi colokan tanpa sekering, kabel rusak, atau pengisi daya yang dapat terbakar.
Mereka mengatakan, 88% hoverboard yang dirampas terbukti tidak layak.
Standar Keamanan
Alat yang cacat itu diduga datang dari Asia Timur dan Cina, serta tidak memenuhi standar keamanan Eropa.
Kebanyakan tidak bermerk dan dipesan oleh situs niaga atau pedagang kecil untuk dijual kepada pembeli yang berburu barang murah.
"Kami curiga kebanyakan produk ini diimpor untuk dijual kembali secara domestik seiring Natal tiba. Kami mendesak konsumen untuk berhati-hati bila membeli produk ini," kata kepala Badan Standar Dagang Nasional Inggris Lord Harris.
Laboratorium keamanan begitu sibuk menguji produk yang dicurigai, mereka harus merekrut lebih banyak staf.
Sekitar 90 hoverboard disita pada bulan lalu, karena alasan yang sama.
Insiden kebakaran karena alat ini juga telah dilaporkan terjadi di Amerika Serikat, Australia, dan Hong Kong.
Dinamakan "hoverboard" karena papan peluncur ini mirip dengan alat dalam film Back to Future 2.
Tetapi alat ini ilegal untuk dikendarai di trotoar dan jalanan Inggris. Pemilik hanya boleh menggunakannya di lahan pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/hoverboats_20151204_051117.jpg)