Kunjungan ke Punti Kayu Merosot, Ida Pernah Hanya Bawa Pulang Rp 5.000

Pengurangan jumlah kunjungan ini ikut mempengaruhi pendapatannya.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Salah satu warung di TWA Punti Kayu yang nampak sepi pengunjung, Selasa (1/12/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Berkeliling sembari membawa menu makanan dan minuman di Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu, sudah menjadi kebiasaan Ida Maryati. Ia melakukan ini setiap kalau melihat pengunjung atau wisatawan yang baru saja tiba di Punti Kayu. Jika tak melakukan hal tersebut, bisa-bisa dagangannya tak akan laku terjual. Terlebih lagi, saat ini pengunjung Punti Kayu merosot drastis, yang juga berimbas dengan omset jualannya.

"Mau ga mau yah harus rutin keliling atau lihat-lihat pengunjung yang baru datang, sembari menawarkan makanan dan minuman yang saya jual. Terkadang, mereka yang datang pun jarang untuk beli, alasannya mereka sudah bawa makanan sendiri dari rumah," ujarnya, Selasa (1/12/2015).

Ida juga mengatakan, pengunjung TWA Punti Kayu pun saat ini juga nampak berkurang. Pengurangan jumlah kunjungan ini ikut mempengaruhi pendapatannya. Terlebih lagi, saat memasuki musim penghujan ini.

"Punti Kayu dulu dengan sekarang jauh sekali jumlah pengunjungnya, kalau dulu dalam sehari bisa tembus lah Rp 500 ribu, tapi sekarang ga bisa dipastikan, kadang sehari ada yang beli, kadang juga ga ada. Malah saya pernah bawa pulang hasil jualan cuma Rp 5 ribu saja, itupun pengunjung cuma beli air mineral," ungkapnya.

Ida hanyalah salah seorang pedagang makanan dan minuman dilokasi wisata yang berada di pusat Kota Palembang ini. Hal serupa pun juga diutarakan oleh Yusuf.

"Beguyur bae lah dek, kalau lagi ramai pengunjung yang datang yah ada kesempatan buat dapet duit, walaupun sebenarnya kadang mereka juga bawa makanan sendiri," katanya.

Meskipun begitu, Ida dan Yusuf mengaku, belum berniat untuk menutup tempat ia berjualan dan pindah berdagang.

"Yah harapannya, kalau nanti realisasi replika bangunan keajaiban dunia ini selesai, siapa tahu pengunjungnya bisa ramai lagi, walaupun memang kalau ada even seperti outbond biasanya masih suka ada yang jajan disini," tuturnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved