Mengaku Telah Diperkosa Beramai-ramai, Wanita Ini Malah Dicerai Suaminya Lewat SMS

Aku merasa disakiti. Aku kira dia akan selalu berada di sisiku dan bersama-sama melewati semua ini.

Editor: Sudarwan
ISTIMEWA
ilustrasi 

SRIPOKU.COM, INDIA - Seorang pria tega menceraikan istrinya melalui sebuah pesan singkat (SMS), setelah sang istri mengaku kalau ia telah diperkosa beramai-ramai oleh tetangganya sendiri.

Dikutip dari Metro (29/11/2015), sang istri, yang juga seorang ibu berusia 25 tahun asal India, yang tak mau disebutkan namanya ini, mengakui kejadian tersebut setelah ia diserang oleh tetangganya sendiri.

Namun, sang suami, yang tengah bekerja sebagai seorang pegawai konstruksi di Dubai, nekat menjatuhkan talaknya kepada sang istri sebanyak tiga kali, yang berarti kalau mereka telah bercerai seusai hukum Syari’ah.

Wanita malang ini pun diusir dari rumahnya. Bahkan, ibu mertuanya diketahui sudah menahan anak laki-lakinya.

Kepada MailOnline, ia mengatakan : “Saat aku membaca pesannya aku merasa kaku. Aku tak percaya dengan apa yang sudah kulihat. Hanya ada tiga kata; talak, talak, talak.”

”Aku tak menduga suami akan mengatakan itu setelah kami menikah selama lima tahun, dan setelah aku mengatakan kepadanya mengenai apa yang sudah terjadi.

”Aku merasa disakiti. Aku kira dia akan selalu berada di sisiku dan bersama-sama melewati semua ini. Aku kira dia akan membantuku menyembuhkan rasa sakit ini.”

”Tapi aku salah. Ia mengambil jalan mudah layaknya seorang pengecut dan menceraikanku lewat pesan singkat.”

Ia melanjutkan : ”Hanya butuh waktu lima detik bagi dirinya untuk mengakhiri sebuah hubungan yang sudah berjalan selama lima tahun. Dan bahkan, ibu mertuaku yang berada di sisiku setelah aku diperkosa, dan ikut menemaniku ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini, tiba-tiba berubah pikiran dan lebih membela putranya.”

”Sepanjang malam, aku disingkirkan oleh keluargaku sendiri.”

”Aku bisa saja bangkit dari kejadian ini, tapi mereka malah mengambil harapan terakhirku, yaitu putraku seorang. Aku sudah kehilangan keinginan untuk hidup.” (Sadam, Sumber : Mirorr/Ollie McAteer)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved