MotoGP

Ini Alasan Indonesia Dipercaya untuk Gelar MotoGP 2017-2019

Indonesia pernah menyelenggarakan MotoGP di 1996-1997 bahkan berlangsung sukses.

Editor: Soegeng Haryadi
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Juara dunia MotoGP, Marc Marquez memperlihatkan aspal Sirkuit Sentul yang terkelupas saat ia memacu Honda RCV di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/10/2014). Marc Marquez dan rekan satu timnya Dani Pedrosa datang ke Jakarta untuk bertemu penggemarnya. 

SRIPOKU.COM -- MotoGP Indonesia rencananya akan digelar 2017 sampai 2019 mendatang di Sirkuit Internasional Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dipilihnya Indonesia menjadi salah satu tuan rumah balapan sepeda motor bergengsi di dunia ini bukan tanpa alasan.

Pihak organisasi penyelenggara balapan MotoGP, Dorna Sport menurut General Manager Sirkuit Internasional Sentul Lola Moenek, salah satu alasannya, yakni Indonesia pernah menyelenggarakan MotoGP di 1996-1997 bahkan berlangsung sukses.

“Saat pihak kami dan juga pemerintah bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Dorna Sport, Carmelo Ezpeleta, hal yang membuat mereka percaya kepada Indonesia adalah MotoGP 1996 dan 1997 itu. Dorna melihat kearah itu dan menurutnya itu akan terulang lagi,” kata Lola di acara Press Conference MotoGP 2017 di Sirkuit Sentul, Minggu (29/11/2015) sore.

Wanita berambut pendek itu menambahkan, kesuksesan MotoGP Indonesia di 1996 dan 1997 itu yang perlu ditegaskan lagi kepada masyarakat, bahwa Indonesia mampu mengulagi kesuksesan tersebut di MotoGP 2017-2019.

DESAIN SIRKUIT SENTUL YANG BARU

Ini desain baru sirkuit Sentul yang didesain oleh Herman Tilke, seorang arsitek dunia. (KOMPAS.COM)

“Masyarakat juga harus mendukung agar semuanya bisa terlaksana dengan lancar. Kita itu sudah berpengalaman menggelar acara balapan internasional. Hanya Formula Satu (F1) yang belum pernah kita lakukan di Sentul,” katanya.

Menurutnya, untuk mewujudkan MotoGP 2017 memang bukan pekerjaan yang mudah. Maka dari itu, seluruh pihak harus mendukung agar semuanya berjalan dengan lancar dan masyarakat Indonesia menjadi senang karena bisa menonton secara langsung balapan MotoGP.

“Persyaratannya tidak sedikit. Buku peraturannya cukup tebal, itu yang harus kita pelajari dan kita persiapkan. Kami meminta bantuan dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Lola.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved