Kenaikan Suku Bunga Amerika Serikat Bulan Depan Tenggelamkan Harga Emas

Pekan lalu, Emas dunia ditutup melemah turun ke level terendah, karena dolar menguat.

Kenaikan Suku Bunga Amerika Serikat Bulan Depan Tenggelamkan Harga Emas
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pekan lalu, Emas dunia ditutup melemah turun ke level terendah, karena dolar menguat disebabkan oleh ekspektasi bahwa kemungkinan besar Federal Reserve akan menaikkan suku bunga AS pada pertemuan bulan depan.

Hal ini disampaikan, Jumadi Tarihoran, Research Analysis and Education PT Interpan Pasific Future, Sabtu (28/11) lalu.

"Emas dunia untuk pengiriman Desember diperdagangkan dalam kisaran harga antara $ 1051,20 dan $ 1072,60 per troy ounce, kemudian turun 1,21% setelah ditutup di harga $ 1057,10 per Troy Ounce pada sesi perdagangan AS pada hari Jumat (27/11) lalu," ungkapnya.

Jumadi juga menjelaskan, Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil, dan memerlukan biaya penyimpanan, sehingga menjadi kalah menarik dari pada aset yang memberikan bunga seperti Treasury ketika suku bunga acuan dinaikkan.

Hasilnya, semakin dekat dengan kenaikan suku bunga maka emas akan semakin menurun.

"Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir pada pertemuan 15 - 17 Desember mendatang,"

"Namun sebelumnya, data tenaga kerja AS pekan depan akan menjadi fokus utama mengingat kondisi pasar tenaga kerja AS merupakan acuan untuk menaikkan suku bunga, selain tingkat inflasi" katanya.

Lebih lanjut, Ia pun menjelaskan, Berdasarkan analisa teknikal emas masih berpotensi melanjutkan penurunan setelah mampu menembus harga harga 1064,51.

Emas harus mampu menembus dan bertahan di bawah harga 1052,84 untuk bisa melanjutkan penurunan ke harga 1042,57. Ressistance saat ini berada di kisaran harga 1064,51 dan 1074,03.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved