Kayu dan Kusen Bekas Masih jadi Pilihan Saat Membangun Rumah

Mereka yang menggandrungi kayu-kayu bekas ini menilai kayu bekas memiliki kualitas yang lebih bagus ketimbang kayu-kayu baru.

Tayang:
Penulis: Refli Permana | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Penjual kayu-kayu bekas di Jl Lingkaran I Dempo. 

SRIPOKU.COM -- Meski berstatuskan sudah pernah dipakai dan fisik yang terlihat tidak sebagus dengan yang baru, kayu-kayu bekas rupanya digandrungi oleh sejumlah masyarakat. Mereka yang menggandrungi kayu-kayu bekas ini menilai kayu bekas memiliki kualitas yang lebih bagus ketimbang kayu-kayu baru. Apalagi, harga kayu bekas jauh lebih murah dibanding dengan yang baru.

Salah satu warga yang menilai kualitas kayu bekas lebih bagus ketimbang kayu baru diketahui bernama Didi (35). Pria yang baru saja menetap di Jl Taqwa Mata Merah Kalidoni Palembang ini memutuskan untuk memasang daun pintu dan jendelanya yang dibeli dari tempat penjualan kayu-kayu bekas. Didi membeli daun pintu dan jendela itu satu set dengan total harga Rp 2,7 juta.

"Satu daun pintu dan tiga daun jendela. Malah, daun jendela sudah lengkap dengan kacanya," kata Didi, Kamis (26/11/2015).

Didi mengatakan, alasan dirinya membeli daun pintu dan jendela yang sudah pernah dipakai oleh orang lain bukan hanya faktor harganya yang murah saja. Ia yakin, kualitas kayu dari daun pintu dan jendela lebih bagus ketimbang yang baru karena kayunya sudah tua.

Didi beranggapan, kayu yang sudah tua tidak akan kendur saat sudah dipasang menjadi pintu dan jendela, beda dengan kayu-kayu baru yang diyakini lebih muda sehingga nantinya akan mengendur saat sudah dipasang.

Didi, yang keseharianya kerja di perusahaan perkebunan, sudah merasakan kebenaran dari opininya itu. Sudah hampir satu tahun memasang daun pintu dan jendela yang terbuat dari kayu bekas, sama sekali tidak ada yang mengendur sehingga masih rapat bertahan di posisi semula. Dibanding dengan milik tetangganya, yang membeli daun pintu dan jendela baru, kini malah sudah renggang sehingga sering berbunyi ketika ada angin.

"Saya berencana akan kembali membeli daun pintu yang terbuat dari kayu bekas untuk pintu dapur. Soalnya, saya sudah merasakan sendiri kulitasnya. Lagian, harganya juga lebih murah," kata Didi.

Sama seperti Didi, Ujang juga memiliki pendapat serupa. Keutamaan dari kayu-kayu bekas, baik yang masih belum diolah maupun yang sudah menjadi pintu, jendela, atau kusen, terletak dari usia kayu yang sudah tua karena sebelumnya sudah dipakai oleh orang lain. Beda dengan kayu-kayu baru, yang saat ini mayoritas kayunya masih muda saat diambil dari hutan.

"Perbedaan tua atau mudanya sudah bisa dilihat dari warna kayu. Warna kayu bekas terlihat bewarna cokelat pudar layaknya seperti sudah layu, dan kayu baru terlihat warna cokelatnya lebih terang. Kayu bekas juga tidak kalah awetnya dengan kayu lama," kata pria yang juga tinggal di kawasan Kalidoni Palembang ini.

Di Palembang, terdapat beberapa lokasi yang menjual kayu-kayu ataupun perlengkapan rumah yang sudah bekas. Salah satunya beroperasi di Jl Lingkaran I Dempo, tepatnya tidak jauh dari Lampu Merah Rajawali. Di lokasi ini, terdapat beberapa penjual kayu-kayu bekas yang berjejer di tepi Jl Lingkaran I. Selain kayu, di lokasi ini juga ada terali-terali bekas.

"Harganya bervariasi, misal untuk daun pintu kayu meranti harganya Rp 700 ribu, ada juga yang dari kayu lain yang harganya Rp 900 ribu. Kayunya sudah tua sehingga dijamin tidak akan mengendur," kata salah satu penjual, Jon.

Karena sudah bekas, daun pintu, jendela, dan terali besi seluruhnya sudah jadi dan siap pakai. Persoalanya, masyarakat yang ingin memakai daun pintu, jendela, dan terali ini tidak bisa asal pilih karena bisa saja ukuran antara daun pintu, jendela, dan terali tidak cocok dengan tempatnya di rumah. Untuk itu, haruslah menyiapkan ukuran yang sudah didapat dari rumah dan tinggal mencari kalau-kalau ada ukurang yang cocok. Jika tidak ada, bisa saja diakali dengan membuat lokasi baru di rumah dan disamakan dengan ukuran daun jendela, pintu, atau terali bekas yang akan dibeli.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved