Pegadaian Tingkatkan Pengengamanan Nasabah

PT Pegadaian (Persero) terus berupaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi gadai.

Penulis: Siti Olisa | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Pemimpin Wilayah III PT Pagadaian (Persero), Marsall Aritonang saat menjelaskan sosialisasi Nota Kesepahaman dan Pedoman Kerja antara PT Pegadaian (Persero) dengan Kepolisian di Hotel Aston, Kamis (26/11). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- PT Pegadaian (Persero) terus berupaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi gadai.

Hal ini ditandai dengan melakukan sosialisasi pedoman kerja dan nota kesepahaman dengan Kepolisian Republik Indonesia.

Output dari kesepamahan ini nantinya pengamanan di Pegadaian semakin meningkat, dan zero accident, nasabah pegadaian merasa aman dan nyaman, tanpa takut barang yang digadaian akan hilang dan sebagainya.

Wakapolda Sumsel Syaiful Zachri, usai Sosialisasi Nota Kesepahaman dan Pedoman Kerja antara PT Pegadaian (Persero) dengan Kepolisian di Hotel Aston, Kamis (26/11) mengatakan, bentuk peningkatan keamanan yang dilakukan adalah dengan cara melakukan pelatihan terhadap petugas keamanan atau security yang berkompeten dan pemberani.

"Polda akan melakukan pengamanan dan pembinanan kepada security Pegadaian. Juga melakukan patroli oleh Sabara. Jika diperlukan pelayanan tertentu atau waktu fix saat pegadaian ramai, kita akan bantu dari anggota kita pengamanannya dengan menambah kekuatan," ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah III PT Pagadaian (Persero), Marsall Aritonang, mengatakan, pengamanan ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi. Bentuk kerja sama tersebut diwujudkan dengan disepakatinya dan ditandatanganinya nota kesepahaman yang ditindaklanjuti dengan pedoman kerja.

"Maksud kerja sama ini sebagai pedoman bagi para pihak dalam rangka peningkatan pengamanan dan penegakkan hukum di lingkungan kerja PT Pegadaian (Persero)," ujarnya.

Dari sisi transaksi, transaksi gadai masih menjadi favorit dilakukan oleh masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel). Dari beberapa produk yang dimiliki oleh PT Pegadaian (Persero), gadai berkontribusi besar terhadap omset dengan mendominasi 80 persen.

"Transaksi gadai selalu ada, tetapi moment yang paling meningkat saat moment tertentu saja, seperti Lebaran dan ajaran baru dimana para orang tua perlu banyak uang, kebanyakan mereka menggadaikan perhiasan," ujarnya.

Dikatakannya, saat ini Omset pegadaian masih didominasi oleh gadai sekitar 80 persen, kemudian penjualan emas dan multi finance juga pinjaman usaha mikro.

"Omset Sumsel tahun 2014 sekitar Rp 900 miliar, kemudian sampai Oktober Rp1,3 triliun dari target hingga akhir tahun Rp1,4 triliun, sedangkan. omset Palembang Rp 576 miliar meningkat dari sebelumnya 487 miliar," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved