Mengenal Penampakan Jenglot, Si Gondrong Dekil Kurus Kering, Bertaring dan Berkuku Panjang
Menurut para orang tua dahulu, jenglot itu dulunya manusia yang memiliki ilmu/berilmu tinggi yang bersekutu dengan jin.
Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
JENGLOT adalah perwujudan atau penampakan atas suatu makhluk yang kurus kering dan dekil, berambut gondrong, bertaring dan memiliki kuku panjang.
Rambut, taring dan kukunya ini akan terus bertambah panjang. Ukuran jenglot berkisar antara 10-20 centimeter.
Di Indonesia, jenglot ditemukan di berbagai daerah seperti di Jawa, Kalimantan dan Bali.
Menurut para orang tua dahulu, jenglot itu dulunya manusia yang memiliki ilmu/berilmu tinggi yang bersekutu dengan jin.
Saat mereka meninggal dulu ukuran jenglot sebesar manusia normal.
Tapi setelah beberapa ratus tahun, dan melewati proses tertentu, mereka mulai mengecil hingga akhirnya berukuran mini.
Jenglot mungkin hampir sama dengan mumi yang awet meski sudah berumur ratusan tahun.
Tapi berbeda dengn mummi, asli mati, diam tidak bergerak dan menjadi mumi karena proses tertentu dan tidak perlu memberinya makan. Jenglot justu sebaliknya. Dia memakan makanan tertentu dan dengan cara tertentu pula.
Jenglot disebut juga sebagai Bathara Karang (BK) yaitu sama dengan iblis yang berwujud mini tapi mempunyai kekuatan mistis yang luar biasa.
Karena keilmuan BK adalah keilmuan yang bersekutu dengan iblis untuk memperoleh ilmu sakti mandraguna, setelah yang mengamalkannya meninggal dunia, rohnya tidak diterima bumi dan akhirnya ada di dalam alam tersendiri.
Jenglot itu ada yang mati. Tapi juga ada yang hidup. Jenglot yang hidup menghisap darah dan ada minyak wangi jenis tertentu yang kadang oleh pemilik jenglot itu sendiri sudah disediakan.
Uniknya, saat jenglot makan kita tidak ada yang bisa melihatnya.
Bukti ilmiah ikhwal adanya jenglot hidup ditemukan di beberapa tepat di dunia. Di Cile, seorang lelaki menemukan suatu makhluk yang masih hidup.
Makhluk hidup itu hanya mampu bertahan hidup selama delapan hari lalu mati.
Menurut penelitian beberapa dokter setempat, makhluk tersebut tidak bisa digolongkan hewan dan tak juga masuk dalam spesies manusia.
Di Cina, di daerah Heijan ditemukan beberapa manusia kecil setinggi kurang dari 6 inci.
Sementara di Jawa Timur, tepatya di daerah muara sungai Nanggelan, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Jember, seorang aktivis lingkungan menyatakan bahwa dia telah menemukan jejak manusia liliput. Dia menemukan beberapa jejak telapak kaki dengsan ukuran 9 cm.
Sang aktivis itu bernama Anang Ritarno, dia mengklaim pernah menyaksikan jenglot hidup ini di daerah Pantai Sukamade dan Pantai Nanggelan.
Saat itu ada sekitar delapan jenglot hidup tengah bercengkrama di pinggir sungai.
Jenglot ini diperjual-belikan. Ada yang palsu, tapi ada yang asli.
Untuk yang palsu dibuat dari bahan dasar katak, kelelawar ataupun lainnya, dibikin mirip dengan apa yang mereka lihat sebagaimana aslinya. Harganya jutaan rupiah. Sedangkan jenglot asli bisa mencapai miliaran rupiah.
Fungsi jenglot Bathara Karang adalah:
· Untuk membeut/menarik uang tunai.
· Menjaga harta dari serangan-serangan gaib, sehingga harta/uang yang dijaga jenglot tidak dapat ditarik secara gaib oleh keilmuan tertentu.
· Untuk menetralisir/menawarkan suatu khasiat dari mustika tertentu dengan cara mengambil energi mustika tersebut.
· Anti kebal, santet, dll.
Untuk mengecek apakah jenglot yang dimiliki itu asli atau sekadar souvenir mungkin dapat dilihat atau dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:
· Jenglot yang asli matanya sudah pasti akan dibungkus dengan kain. Ini disebabkan pancaran energy yang keluar dari matanya akan dapat merusak atau bahkan sangat membahayakan bagi orang yang secara langsung menatap matanya.
· Jenglot yang asli jika dipegang di bagian perutnya, maka layaknya kita memegang tubuh manusia/hewan dimana tubuh yang terlihat kaku itu jika ditekan badannya seperti layaknya kita memegang perut hewan/manusia.
· Ambil rambut wanita, dipilin dan masukkan serta putar-putar di bagian dalam hidung jenglot, maka pada jenglot yang asli mereka akan bersin layaknya manusia.
(Sumber : Misteri Edisi 542/2012)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jenglot-dengan-berbagai-gaya-dan-pose_20151125_112022.jpg)