Komunitas

Makin Sulit Dirakit Makin Asyik

Bahkan diakui ada keasyikan tersendiri bagi penggemar robot saat merakit Gundam.

Makin Sulit Dirakit Makin Asyik
TRIBUN SUMSEL/MOCH KRISNARIANSYAH
Seorang anggota Gundam Nation Sriwijaya (N-S) tengah merakit robot Gundam. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Penggemar budaya Jepang pasti kenal sekali dengan serial anime Jepang tahun 1970-an berjudul Mobile Suite Gundam. Pada ceritanya, Gundam adalah robot yang berupa mesin perang yang dikemudikan oleh seorang pilot.

Saking terkenalnya, Gundam kemudian dijadikan sebuah model kit atau mainan robot yang dapat dirakit sendiri. Ada banyak versi robot dari yang murah dengan tingkat kesulitan rendah hingga robot lengkap dengan 1000 keping yang rumit untuk dirakit.

Semakin rumit semakin mahal dan semakin menantang. Bahkan diakui ada keasyikan tersendiri bagi penggemar robot saat merakit Gundam.

"Model kit ini menarik dan buat asyik saat merakitnya. Sebab, detail gundam plastik (gupla) itu dimulai dari runner (pola) yang harus dipotong rapi dengan nipper (tang kecil), selanjutnya baru dirakit satu persatu," ucap Ketua Komunitas Gundam Nation Sriwijaya (GN-S) Budi Karisma, Minggu (22/11/2015).

Disebutkan, membangun sebuah model kit pun menjadi hal biasa bagi seorang modeller dari tingkat newbie sampai pro. Budi memastikan, jika yakin bisa dan mau belajar siapa pun pasti sanggup membentuk Gundam. Apalagi di setiap produk Gundam sudah tersedia panduan manual merakitnya.

Merakit robot <a href='https://palembang.tribunnews.com/tag/gundam' title='Gundam'>Gundam</a>

Beberapa anggota Gundam Nation Sriwijaya (GN-S) tengah merakit robot Gundam. (TRIBUN SUMSEL/MOCH KRISNARIANSYAH)

"Seni building (membangun) robotnya itu yang bakal buat penasaran. Kita akan puas sekali ketika menyadari potongan kecil runner itu bisa menjadi besar dan berbentuk," terang mahasiswa Teknik Informatika Unsri ini.

Lanjut dia, berangkat dari kesamaan hobi inilah , maka terbentuklah komunitas GN-S pada Februari 2015 silam. Meski belum genap satu tahun, para anggotanya saat ini sudah ada sekitar 29 orang yang aktif saling berbagi informasi mengenai Gundam.

Budi menyebutkan anggota komunitas ini rata-rata merupakan mahasiswa dan karyawan, mengingat harga model kit memang lumayan merogoh kocek.

"Harga mahal itu sebanding dengan kepuasan saat merakitn model gundam yang ada, semakin sulit kita merakit maka semaki bikin penasaran," ujarnya.

Sementara salah satu anggota GN-S, Riki Prasetya mengatakan, semua model kit Gundam adalah produk Jepang. Untuk mendapatkannya bisa melalui online ataupun toko toys (mainan) resmi, meski memang belum banyak toko tersebut di Palembang. Dengan bergabung dalam komunitas seperti ini diakuinya bisa mendapatkan kesempatan untuk berbagi soal produk-produk baru gundam, selain toko toys memang kerap memberikan info khusus.

"Saya sendiri masih merakit model kit dari produk aslinya. Kalau mereka yang pro (mahir) biasanya sudah merakit custom atau membuat tambahan sendiri bagian-bagian tertentu dan mengecat detailnya. Hal-hal baru seperti itu menarik dan bisa saling berbagi dengan teman-teman komunitas," tuturnya.

Meski begitu, Riki meyakinkan kalau bermain model kit memang menyenangkan dan menjadi tantangan tersendiri. Apalagi gundam itu mempunyai banyak seri dengan aneka jenis robotnya. "Karena sudah menonton filmnya, kita tahu kalau model kit yang ini bernama Sinanju dari seri Gundam Unicon atau yang itu OO Qant dari seri OO," pungkasnya. (mg15/TS).

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved