Dolar Singapura, Ringgit dan Riyal Paling Diburu

Jelang akhir tahun, pembelian mata uang asing mulai mengalami peningkatan sekitar 25 persen dibandingkan hari biasanya.

Dolar Singapura, Ringgit dan Riyal Paling Diburu
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Suasana penukaran mata uang asing di La Tunrung Money Changer. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jelang akhir tahun, pembelian mata uang asing mulai mengalami peningkatan sekitar 25 persen dibandingkan hari biasanya.

Peningkatan pembelian mata uang ini sudah terjadi sejak pertengahan November lalu. Mata uang yang paling laris dan diburu oleh masyarakat Palembang yang adalah mata uang negara Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi.

Staf Pemasaran H La Tunrung Autorized Money Changer (AMC) Palembang Jl R Soekamto, Chika, Rabu (25/11), mengatakan setiap harinya ada sekitar 60 nasabah yang melakukan pembelian mata uang asing.

"Dari seluruh mata uang asing yang kami sediakan yang paling banyak dicari nasabah adalah mata uang negara Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi," ujarnya.

Chika mengatakan tren beli mata uang asing meningkat pada saat musim liburan dan musim haji. "Biasanya transaksi pembelian mata uang asing secara reguler untuk keperluan sekolah atau berobat," ujarnya.

Setiap harinya, jumlah transaksi pembelian nasabah berkisar antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Sedangkan untuk keperluan umroh, transaksi penukaran mata uang Riyal berkisar Rp 10 sampai Rp 15 juta per nasabah.

"Pecahan kecil yang paling banyak dibeli," ujarnya.

Menurutnya, Money Charger PT Haji Luntunrung di Palembang merupakan ke-27 dan yang pertama di Sumatera, sementara sudah ada di kota-kota berpotensi lainnya seperti Kalimantan dan lainnya. Selain nasabah pribadi pada umumnya, ada juga beberapa perusahaan yang mempercayakan transaksi dolar di La Tunrung.

"Pangsa pasar Palembang termasuk sangat bagus, dan berkontribusi 15-20 persen terhadap nasional," ujarnya.

Dalam jangka waktu tertentu, pihaknya menyediakan stok sekitar 50 ribu ke atas untuk masing-masing mata uang, baik itu real, Dolar AS, Dolar Singapur dan lainnya. Jumlah tersebut akan habis dalam waktu sekitar seminggu, karena setiap hari selalu ada saja transaksi.

"Seperti saat ini SGD sudah banyak yang minta, jika pun ada mata uang yang kehabisan stok, dalam jangka waktu beberapa jam atau keesokan harinya stok akan ada lagi, kita tidak membiarkan sampai kosong, yang membuat kita dipercaya oleh nasabah karena itu, kita tidak membiarkan nasabah yang datang tidak jadi transaksi," katanya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved